Banjarnegara, beritafakta.id – Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kabupaten Banjarnegara melalui bidang peternakan memperkuat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Sebanyak 18 ribu dosis vaksin disiapkan untuk memastikan sapi dan domba yang akan dikurbankan tetap sehat dan terhindar dari penyakit menular.
Ahli medik veteriner DPPKP Banjarnegara, drh. Rumadi Anton Nugroho, mengatakan ribuan dosis vaksin tersebut didistribusikan ke tiga Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang ada di Banjarnegara.
“Sebanyak 18 ribu vaksin kami bagi ke tiga Puskeswan, masing-masing mendapatkan 6 ribu dosis, yakni Puskeswan Susukan, Puskeswan Pucang, dan Puskeswan Karangkobar,” ujar Rumadi, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, vaksinasi rutin terus dilakukan terhadap ternak sapi dan domba sebagai langkah pencegahan penyakit, terutama menjelang meningkatnya lalu lintas perdagangan hewan kurban saat Iduladha.
Selain vaksinasi, DPPKP juga menyiapkan obat cacing dan vitamin untuk menjaga kondisi ternak tetap prima, khususnya hewan yang akan dikirim maupun dipersiapkan untuk kurban.
“Kami rutin melakukan vaksinasi dan pemberian vitamin. Untuk ternak yang akan dikirim atau dijadikan hewan kurban juga terus dipantau kesehatannya,” katanya.
Rumadi menjelaskan, masyarakat perlu memahami ciri-ciri hewan kurban yang sehat, di antaranya memiliki nafsu makan baik, gerakan lincah, serta bulu terlihat bersih dan mengilap. Ia juga mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan petugas kesehatan hewan di setiap kecamatan untuk melakukan pemeriksaan sebelum membeli hewan kurban.
“Kalau memungkinkan, masyarakat bisa meminta bantuan mantri hewan atau petugas kesehatan hewan di kecamatan untuk memeriksa kondisi ternaknya,” jelasnya.
Ia memastikan kondisi kesehatan ternak di Banjarnegara saat ini relatif aman dan terpantau baik karena petugas rutin turun ke lapangan melakukan vaksinasi serta pemantauan kesehatan.
“Insyallah ternak di Banjarnegara kesehatannya terjaga karena kami rutin melakukan kegiatan lapangan, vaksinasi, dan pemberian vitamin,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Rumadi juga menjelaskan gejala umum penyakit pada ternak yang perlu diwaspadai masyarakat, seperti produksi air liur berlebih, luka kemerahan di sela kuku kaki, hingga kuku yang dapat terlepas apabila infeksi semakin parah.
“Gejala umumnya hewan ngiler atau air liurnya berlebih. Kemudian di bagian sela kuku terdapat bercak merah. Kalau parah, kukunya bisa lepas,” katanya.
Untuk penanganan awal, masyarakat disebut dapat melakukan pengobatan mandiri sederhana apabila menemukan luka pada ternak, seperti membersihkan luka menggunakan antiseptik dan menjaga kebersihan kandang agar tetap kering.
“Luka bisa disemprot antiseptik seperti betadine. Kandang juga harus bersih dan kering supaya luka cepat mengering,” jelas Rumadi.
Selain itu, DPPKP juga mengedukasi peternak agar memberikan air gula kepada sapi yang baru datang dari perjalanan jauh guna membantu memulihkan stamina hewan.
Tak hanya fokus pada pemeriksaan sebelum penyembelihan, DPPKP Banjarnegara juga memberikan pembekalan kepada petugas dan juru sembelih halal (Juleha) terkait pemeriksaan kesehatan hewan hingga tahap pascapemotongan.
“Petugas kami dibekali pemeriksaan fisik hewan sampai pemeriksaan jeroan setelah penyembelihan saat kegiatan Iduladha nanti,” pungkasnya.(Bas)












