BREBES, Beritafakta.id – Direktur PDAM Tirta Baribis Brebes, Fanni Sandra Destian, mengonfirmasi percepatan perbaikan jaringan air di wilayah Larangan guna mengatasi keluhan warga Desa Karangbale yang mengalami gangguan distribusi air bersih sejak beberapa hari terakhir.
Warga mengeluhkan pasokan air bersih dari Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Baribis yang tak kunjung mengucur memaksa warga memutar otak.
Demi urusan mandi dan cuci, warga terpaksa berjibaku mencari sumber air alternatif, sebuah rutinitas melelahkan yang memicu keresahan hingga ke puncaknya.
Menanggapi situasi ini, Direktur PDAM Tirta Baribis Brebes, Fanni Sandra Destian, mengakui adanya kendala teknis yang sedang ditangani.
Menurutnya, gangguan layanan di Larangan merupakan bagian dari fenomena serupa yang menimpa beberapa unit layanan lainnya.
Saat ini, tim teknis sedang melakukan pembenahan secara bertahap.
“Kondisi ini bukan hanya merugikan pelanggan secara moril, melainkan juga membebani finansial perusahaan akibat hilangnya potensi pendapatan dari volume air yang terjual,” ungkap Fanni saat dihubungi pada Jumat (22/5/2026).
Fanni menegaskan bahwa manajemen terus berkoordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) untuk mencari tambahan kapasitas air atau idle capacity guna menutup kekurangan pasokan.
Di lapangan, tim teknis tidak tinggal diam. Plt Kepala Bagian Teknik PDAM Brebes, Masroni, menjelaskan bahwa personelnya tengah menyisir jaringan pipa untuk menemukan titik masalah.
Ia menargetkan aliran air bisa kembali normal secara teknis pada Jumat siang.
Namun, untuk jangka panjang, PDAM Brebes telah menyiapkan rencana yang lebih fundamental.
Proyek pengeboran sumur baru di kawasan Tegalgandu kini tengah digodok.
Langkah ini diambil agar wilayah Larangan memiliki kemandirian sumber air.
Selama ini, pasokan untuk Larangan masih bertumpu pada sumber Rengaspendawa yang bebannya sudah terlalu berat karena harus berbagi dengan wilayah Bulakamba dan Wanasari.
“Dengan adanya sumur di Tegalgandu, beban distribusi akan dialihkan sehingga pasokan dari Rengaspendawa bisa difokuskan sepenuhnya untuk memaksimalkan tekanan air ke wilayah Larangan,” jelas Masroni.
Upaya ini diharapkan menjadi solusi permanen agar stabilitas layanan di Kecamatan Brebes, Wanasari, hingga Larangan tetap terjaga tanpa gangguan berulang di masa depan.
Rusmono






