Dirjen SDA Tinjau Tanggul Jebol Gemuruh, BBWSSO Target Perbaikan Rampung Sebulan

Senin, 1 Juni 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirjen Kementrian DPUPR SDA Arnold Aristoteles saat berada di Desa Gemuruh, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, dalam rangka melakukan peninjauan Rehabilitasi Pembangunan Tanggul Karang Anyar yang tempo hari putus dan mengakibatkan tanah longsor, nampak di dampingi Kepala BBWSO Maryadi Utama dan Bupati Amalia Desiana serta jajarannya.(Dok.Berita Fakta.id)

Dirjen Kementrian DPUPR SDA Arnold Aristoteles saat berada di Desa Gemuruh, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, dalam rangka melakukan peninjauan Rehabilitasi Pembangunan Tanggul Karang Anyar yang tempo hari putus dan mengakibatkan tanah longsor, nampak di dampingi Kepala BBWSO Maryadi Utama dan Bupati Amalia Desiana serta jajarannya.(Dok.Berita Fakta.id)

Banjarnegara, beritafakta.id– Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum, Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, meninjau langsung lokasi tanggul irigasi jebol di Desa Gemuruh, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Senin (1/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, pemerintah pusat memastikan percepatan penanganan darurat dengan target perbaikan tuntas dalam waktu satu bulan.

Kunjungan lapangan itu dilakukan untuk memastikan progres penanganan berjalan optimal sekaligus mempercepat pemulihan jaringan irigasi yang menjadi sumber pengairan ratusan hektare lahan pertanian warga.

Dirjen SDA didampingi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), Maryadi Utama, serta Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, bersama jajaran terkait meninjau langsung titik kerusakan. Mereka melihat proses penanganan di lokasi, termasuk pengerahan alat berat untuk penguatan struktur tanggul.

Arnold menegaskan, penanganan tanggul jebol di Desa Gemuruh menjadi prioritas karena menyangkut keberlangsungan pasokan air bagi sektor pertanian.

“Perbaikan ini harus dituntaskan secepat mungkin agar distribusi air ke lahan pertanian tidak terganggu lebih lama. Setelah penanganan darurat selesai, rekonstruksi permanen akan segera dilakukan,” tegasnya.

Berdasarkan investigasi awal, kerusakan tanggul diduga dipicu kombinasi cuaca ekstrem dan faktor usia infrastruktur yang sudah tua. Kondisi itu diperparah oleh penurunan struktur tanah pada sisi tanggul yang belum lama mendapat rehabilitasi besar.

Selain faktor alam, Arnold juga menyoroti adanya dugaan kelalaian manusia yang turut memperparah kondisi, yakni maraknya penyodetan saluran irigasi secara ilegal.

Kepala BBWSSO Serayu Opak, Maryadi Utama, menjelaskan pihaknya menerapkan dua skema penanganan secara paralel.

Tahap pertama adalah penutupan darurat menggunakan material batu dan bronjong untuk menghentikan aliran bocor. Selanjutnya dilakukan rekonstruksi permanen guna memastikan tanggul kembali kokoh dan aman.

“Target kami perbaikan rampung sekitar satu bulan. Selama proses berlangsung, kami siapkan pompanisasi darurat agar kebutuhan air pertanian tetap terpenuhi,” ujar Maryadi.

Ia menjelaskan, air sementara akan dipompa dari Saluran Sekunder Siwuluh untuk mengairi sawah terdampak.

“Sampai saat ini penanganan di lapangan berjalan lancar tanpa kendala berarti,” tambahnya.

Data sementara menunjukkan jebolnya tanggul berdampak langsung terhadap sekitar 161 hektare lahan persawahan di Kecamatan Bawang yang terancam kekeringan akibat terputusnya aliran irigasi utama.

Ratusan petani yang bergantung pada pasokan air dari saluran tersebut sempat kesulitan dan harus mencari alternatif pengairan.

Menanggapi langkah cepat pemerintah pusat, Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, menyampaikan apresiasi atas respons sigap Kementerian PU dan BBWSSO.

Menurutnya, Pemkab Banjarnegara menyerahkan sepenuhnya aspek teknis perbaikan kepada BBWSSO, sembari mengupayakan sumber air cadangan untuk membantu petani.

“Teknis perbaikan kami percayakan kepada BBWSSO. Sementara itu, Pemkab akan mengoptimalkan sumber air yang tersedia, termasuk pompanisasi dari Saluran Siwuluh, agar dampak terhadap petani bisa ditekan seminimal mungkin,” kata Amalia.

Ia berharap sinergi pemerintah pusat, balai wilayah sungai, dan Pemkab Banjarnegara mampu mempercepat pemulihan irigasi sehingga aktivitas pertanian masyarakat kembali normal. (Bas)

Berita Terkait

Tekan Angka Kecelakaan di Flyover Kretek Paguyangan, AMPK Kordinasi Ikuti Arahan di Polres Brebes
AKBP Muhammad Ali Akbar Resmi Jabat Kapolres Brebes, Gantikan AKBP Lilik Ardhiansyah
22 Jabatan Berganti, Kapolda Jateng Tegaskan Regenerasi Kepemimpinan untuk Pelayanan yang Lebih Optimal
Danlanud Hang Nadim Batam Kunjungi Lapas Kelas IIA Batam, Perkuat Sinergi Antarinstansi
Penutupan Rangkaian Muscam DPD Partai Golkar Kota Tangerang berjalan lancar, Sachrudin : “Golkar milik rakyat, mari raih kemenangan di Pemilu 2029
Pemkab Genjot Keaktifan BPJS PBI, Warga Rentan dan Eliminasi TBC Jadi Sorotan
Anggota DPR RI dari PDIP Komisi ll Shintya Sandra Kusuma, Gandeng IPDN Tekankan Penguatan Akuntabilitas Publik
Lapas Brebes Siapkan Remisi Kemerdekaan, Koordinasi HUT RI ke-81 Diperkuat
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:50 WIB

Tekan Angka Kecelakaan di Flyover Kretek Paguyangan, AMPK Kordinasi Ikuti Arahan di Polres Brebes

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:50 WIB

AKBP Muhammad Ali Akbar Resmi Jabat Kapolres Brebes, Gantikan AKBP Lilik Ardhiansyah

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:45 WIB

22 Jabatan Berganti, Kapolda Jateng Tegaskan Regenerasi Kepemimpinan untuk Pelayanan yang Lebih Optimal

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:14 WIB

Penutupan Rangkaian Muscam DPD Partai Golkar Kota Tangerang berjalan lancar, Sachrudin : “Golkar milik rakyat, mari raih kemenangan di Pemilu 2029

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:13 WIB

Pemkab Genjot Keaktifan BPJS PBI, Warga Rentan dan Eliminasi TBC Jadi Sorotan

Berita Terbaru