BREBES, Beritafakta.id – Petambak garam di Kabupaten Brebes mengeluhkan anjloknya harga garam. Informasi yang didapat, harga garam di tingkat petambak saat ini hanya dihargai Rp900 per kg padahal sebelumnya Rp1.500 hingga Rp2.000 per kg.
Ketua Kelompok Petani Garam Desa Krakahan, Kecamatan Tanjung Suginoto mengatakan, penurunan harga garam terjadi sejak beberapa hari yang lalu. Di mana, sebelumnya harya garam di tingkat petambak mencapai Rp1.500 hingga Rp2.000 per kg, tapi saat ini hanya Rp900 per kg.
“Mengalami penurunan secara bertahap setiap harinya. Sampai hari ini sudah di harga Rp900 per kg,” ungkapnya ditemui di lokasi tambak garam Desa Krakahan, Jumat (31/7/2026).
Dia menyampaikan, saat ini kondisi gudang garam di Brebes masih kosong. Artinya, penurunan harga garam yang ada saat ini dinilai kurang wajar.
Apalagi, kata dia, sebagian besar petani juga baru memasuki masa panen raya pada pertengahan Agustus 2026 mendatang. Mereka menduga, anjloknya harga dipengaruhi masuknya pasokan garam dari sejumlah daerah, seperti Madura, Rembang, Pati, dan Cirebon.
“Padahal belum masa panen raya dan gudang pun banyak yang masih kosong. Kalau dugaan saya, karena masuknya produk luar ke pasaran sinu,” jelasnya.
Menanggapi fluktuasi harga garam, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Brebes, Eko Supriyanto mengatakan pihaknya saat ini tengah memperbaiki rantai pasok garam sebagai langkah menjaga stabilitas harga di tingkat petani. Salah satunya, berusaha mempercepat beroperasinya pabrik pengolahan garam di Kecamatan Bulakamba. Pabrik ini dijadwalkan mulai beroperasi bulan depan dengan kapasitas produksi mencapai lima ton per hari.
“Kehadiran pabrik garam berkapasitas lima ton per hari diharapkan dapat membantu menyerap hasil produksi petani sekaligus ikut menstabilkan harga garam,” katanya.
Dia menyebutkan, untuk kualitas garam asli Brebes ini memiliki kadar NaCl sebesar 97 persen, lebih tinggi dari garam daerah lain. “Kualitas garam Brebes sangat bagus. Kadar NaCl mencapai 97 persen. Ini kalau diolah menjadi garam dapur sangat bagus,” ungkapnya.
Data di Dinas Perikanan Brebes menyebut, total lahan potensi garam di Brebes seluas 1176 ha. Lahan aktif non integrasi pada 2025 seluas 193,57 ha dan lahan aktif terintegrasi 72,35 ha. Untuk produksi pada 29 Juli 2026 tercatat 302,47 ton.
(Rusmono)












