x

Kandang Kambing di Madiun Terbakar, Gas Metana Persulit Pemadaman

waktu baca 2 menit
Kamis, 27 Agu 2026 11:04 20 redaksi

MADIUN – Sebuah kandang kambing milik seorang warga di Desa Sirapan, Kecamatan/Kabupaten Madiun, Jawa Timur, terbakar, Kamis dini hari (27/08/2026). Belum diketahui pasti penyebabnya, namun dugaan sementara dipicu terjadinya korsleting listrik di area kandang.

Warga dan sejumlah personel Taruna Tanggap Bencana (Tagana) setempat, yang pertama kali dimintai tolong pemadaman, berusaha memadamkannya. Namun upaya mereka tidak menampakkan hasil berarti, bahkan kobaran api semakin mengganas.

Tidak mudahnya api dipadamkan diduga karena adanya gas metana yang tersimpan diantara kotoran hewan. Sebagaimana diketahui, gas metana (CH4) yang mudah terbakar itu, terbentuk dari kotoran hewan yang mengalami proses dekomposisi anaerobik (pembusukan oleh bakteri).

“Ya, diperkirakan karena adanya campuran gas metana, sehingga api harus dipadamkan secara bertahap,” kata Bambang Tamtomo, personel Tagana kepada koresponden, menanggapi kendala saat proses pemadaman.

Beruntung armada Damkar Kabupaten Madiun segera merapat ke lokasi kebakaran, sehingga kobaran api tidak berlanjut merambat ke rumah induk yang dihuni Supardi, 47 tahun, yang kala itu tengah beristirahat. Petugas Damkar segera melakukan upaya menundukkan si jago merah.

Supardi menuturkan, saat api melumat kandang miliknya, dia tengah tertidur bersama dua anggota keluarga lainnya. Sekira pukul 01.30 dia terbangun lantaran mendengar suara mencurigakan, gemeretak kayu terbakar dan suara reruntuhan genting jatuh.

Dia segera menuju sumber suara yang berada di belakang rumahnya. Ternyata dia mendapati kandangnya sudah terlalap api. Dia segera melepas sejumlah hewan piaraannya, agar terbebas dari amukan api.

Melihat itu dia segera berteriak meminta bantuan tetangganya untuk bergotong royong memadamkan api. Sebagian warga lain menghubungi Tagana dan unit pemadam kebakaran.

“Waktu itu saya tidur di kamar rumah. Saya terbangun karena mendengar seperti ledakan kayu yang terbakar. Juga suara genting yang berjatuhan. Waktu saya ke belakang, ternyata api sudah berkobar,” aku Supardi.

Walhasil api berhasil dipadamkan petugas Damkar, Tagana, aparat desa dan warga setempat. Tidak ada korban jiwa, juga tidak terdapat fasilitas umum yang rusak. Hanya kerugian materiil berupa kerusakan kandang diperkirakan sekitar Rp. 25 juta. (fin)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x