x

Maulid Nabi di Masjid Jami Nurul Yaqin, Warga Diajak Meneladani Akhlak Rasulullah di Era Sekarang

waktu baca 3 menit
Kamis, 27 Agu 2026 09:37 36 redaksi

DEPOK, BERITAFAKTA.ID – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah yang bertepatan dengan 26 Agustus 2026 digelar di Masjid Jami Nurul Yaqin dengan mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah di Era Sekarang.”

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Ketua Panitia, Drs. HM. Husni, kemudian dilanjutkan dengan dzikir melalui pembacaan tahlil, tahmid, dan takbir yang dipimpin oleh Ustaz Bustomi Mubarok.

Suasana peringatan Maulid Nabi semakin khidmat dengan hadirnya rombongan tim hadrok dari Rawageni yang membawakan sholawat dan pembacaan riwayat Nabi (rawi). Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Syaiful.

Sebelum memasuki acara inti berupa ceramah atau tausiah agama, Wakapolsek Pancoranmas, AKP H. Mohamad Safiudin, menyampaikan pesan kepada masyarakat Ratujaya mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.

Ia juga mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama ketika berada di luar rumah hingga larut malam.

Pesan sosial juga disampaikan Lurah Ratujaya, Irwan Sejati. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta tidak melakukan pembakaran sampah yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiah agama yang disampaikan Ustaz Irsyad, Lc. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah memahami makna peringatan Maulid Nabi secara lebih mendalam.

Menurutnya, Maulid Nabi bukan sekadar perayaan kelahiran Rasulullah SAW, tetapi momentum untuk mengingat kembali tujuan diutusnya Nabi Muhammad SAW sekaligus meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.

“Maulid bukan hanya soal perayaan lahirnya beliau, tetapi peringatan agar kita ingat untuk apa beliau diutus,” ujar Ustaz Irsyad.

Ia menjelaskan, Nabi Muhammad SAW lahir di Makkah pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah dan telah menjadi yatim sejak usia dini. Meski demikian, Allah SWT menjaga akhlaknya hingga beliau dikenal dengan gelar Al-Amin, yakni orang yang dapat dipercaya.

Allah SWT berfirman:

“Dan tiadalah Kami mengutusmu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.”

(QS. Al-Anbiya: 107)

Ayat tersebut, lanjutnya, menunjukkan bahwa Rasulullah SAW diutus bukan semata-mata untuk membawa kekuasaan atau peperangan, melainkan membawa kasih sayang, keadilan, dan petunjuk bagi seluruh umat manusia.

Tiga Akhlak Nabi yang Perlu Dihidupkan

Dalam tausiahnya, Ustaz Irsyad menyampaikan tiga akhlak Rasulullah SAW yang dinilai sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan masyarakat saat ini.

Pertama, jujur dan amanah.

Di tengah maraknya informasi palsu atau hoaks yang mudah menyebar, serta janji yang mudah diingkari, masyarakat diingatkan untuk kembali menjadikan kejujuran dan amanah sebagai pedoman.

“Dari sejak muda, Nabi sudah menjadi teladan dalam kejujuran. Mari kita mulai dari diri sendiri, dari keluarga, dan dari organisasi kita. Kita harus menjadi orang yang bisa dipercaya oleh umat maupun warga,” tuturnya.

Kedua, penyayang dan pemaaf.

Rasulullah SAW juga dikenal sebagai sosok yang penuh kasih sayang dan mudah memaafkan. Salah satu keteladanan tersebut terlihat ketika beliau menghadapi perlakuan buruk masyarakat Thaif.

Alih-alih membalas dengan kemarahan, Rasulullah SAW justru mendoakan agar mereka mendapatkan hidayah.

Keteladanan tersebut dinilai penting diterapkan dalam kehidupan rumah tangga, lingkungan kerja, organisasi, maupun kehidupan bermasyarakat.

“Mari kita perbanyak memaafkan dan mengurangi kemarahan,” ajaknya.

Ketiga, bermanfaat bagi orang lain.

Ustaz Irsyad juga mengingatkan jamaah mengenai pentingnya menjadi pribadi yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Ia mengutip sabda Rasulullah SAW:

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.”

(HR. Ahmad)

Menurutnya, peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk melakukan perubahan dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari kita jadikan Maulid ini sebagai titik balik. Memperbaiki salat, memperbaiki akhlak, dan memperbaiki cara kita melayani sesama,” pesannya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut ditutup dengan doa dan lantunan sholawat. Para jamaah juga diajak untuk terus memperbanyak sholawat serta meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat.

“Semoga kita semua termasuk umat yang diakui Nabi di Telaga Kautsar nanti. Aamiin,” pungkasnya.

Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad. 

(sjd)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x