Lokasi pembangunan Sekolah Rakyat(SR) yang terletak di dekat Politeknik Banjarnegara jalan Raya Kenteng, Kelurahan Kenteng, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara.(Dok.Berita Fakta.id) 
BANJARNEGARA, BeritaFakta.id.— Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) permanen di Kabupaten Banjarnegara memasuki tahap persiapan pembangunan fisik. Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menyebut sejumlah persyaratan kesiapan lahan telah diproses, termasuk pemerataan lokasi, pengujian kekuatan tanah, hingga persiapan dokumen untuk proses lelang.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Banjarnegara, Ponco Riatmojo, mengatakan kesiapan pembangunan SR permanen mengacu pada sejumlah persyaratan yang diminta Kementerian Sosial (Kemensos) maupun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Untuk progresnya dari readiness criteria, untuk sekolah permanen kemarin secara persyaratan yang diminta oleh Kemensos maupun Kementerian PUPR, terus kemudian ini kemarin sudah melakukan perataan di lokasi Sekolah Rakyat permanen di Kelurahan Kenteng,” kata Ponco saat dikonfirmasi Berita Fakta.id, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, masih terdapat beberapa bangunan di kawasan politeknik yang nantinya akan diratakan sebagai bagian dari penataan lokasi pembangunan.

Selain penyiapan lahan, pengujian kondisi tanah juga telah dilakukan. Sejumlah konsultan telah melakukan survei melalui pengujian sondir maupun boring untuk mengetahui daya dukung tanah.
Pengujian tersebut menjadi bagian penting karena bangunan Sekolah Rakyat permanen direncanakan memiliki hingga empat lantai.
“Sudah disurvei oleh beberapa konsultan, baik sondir maupun boring, untuk mengetahui kekuatan tanahnya. Karena kemungkinan bangunannya lantai empat, kemarin sudah dites dan informasinya aman untuk bangunan bertingkat,” jelasnya.
Ponco mengatakan, pihaknya juga telah berkomunikasi dengan satuan kerja (satker) pemerintah pusat di tingkat provinsi terkait tahapan pembangunan. Saat ini, proses penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) disebut sedang berjalan dan selanjutnya akan memasuki proses lelang.
“Untuk proses lelang, saya kurang tahu persis. Nanti saya komunikasikan dengan satker provinsi, pusatnya di provinsi, mereka mau lelang bulan apa. Tapi kemungkinan November sudah ada SPK,” ujarnya.
Ia memperkirakan pembangunan fisik dapat mulai terlihat pada November mendatang setelah proses pengadaan selesai dan kontrak pekerjaan diterbitkan. Tahap awal pembangunan atau MC 0 diperkirakan juga dilakukan pada bulan tersebut.
” Kemungkinan nanti November ada pembangunan fisik, MC nol itu di bulan-bulan November,” katanya.
Lahan 5,7 Hektare, Status LSD Telah Mendapat Rekomendasi
Untuk lokasi pembangunan, Sekolah Rakyat permanen Banjarnegara berada di Kelurahan Kenteng dengan luas lahan sekitar 5,7 hektare.
Ponco menyebut persoalan status lahan yang sebelumnya masuk dalam kawasan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) juga telah dikomunikasikan dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
“Kemarin kita sudah mintakan ke Kementerian ATR/BPN karena di situ ada LSD, tapi sudah ada rekomendasi yang diberikan oleh Kementerian ATR/BPN, kalau tidak salah di akhir Juni atau Juli. Tadinya LSD, tapi sudah rekomendasi,” ungkapnya.
Di sisi lain, proses dokumen lingkungan atau Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) juga masih berjalan. Tahapan tersebut menjadi bagian dari kesiapan pembangunan sebelum proyek memasuki pelaksanaan fisik.
Terkait nilai pembangunan, Ponco belum mengetahui secara pasti besaran anggaran karena sumber pendanaan berasal dari pemerintah pusat. Namun, ia memperkirakan kebutuhan anggaran berada pada kisaran Rp200 miliar hingga Rp250 miliar.
“Untuk anggaran SR saya kurang tahu persis karena dananya di pemerintah pusat, kurang lebih kisaran di angka Rp200 sampai Rp250 miliar,” pungkasnya. (Bas)
Tidak ada komentar