Gempa M7,7 Guncang Flores, 47 Orang Meninggal Dunia, Ratusan Bangunan Rusak

Minggu, 16 Agustus 2026 - 09:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FLORES, NTT – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) dini hari. Gempa yang terjadi pukul 04.58 WIB tersebut memicu kepanikan warga dan sempat membuat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami.

BMKG mencatat episenter gempa berada di laut pada koordinat 8,41° Lintang Selatan dan 121,39° Bujur Timur, sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.

Gempa tersebut dipicu aktivitas Flores Back-Arc Thrust atau Sesar Naik Busur Belakang Flores. Karakter gempa yang dangkal dan mekanisme sesar naik menyebabkan guncangan terasa kuat di sejumlah wilayah Flores dan sekitarnya.

Peringatan Tsunami Berakhir

Sesaat setelah gempa utama terjadi, BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami karena hasil pemodelan menunjukkan adanya potensi gelombang tsunami di sejumlah wilayah NTT, NTB, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Namun, setelah melakukan pemantauan terhadap kondisi muka laut, BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 07.30 WIB. Masyarakat kemudian diminta tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.

47 Orang Meninggal Dunia

Dampak gempa tergolong serius. Berdasarkan pembaruan BNPB hingga Sabtu (15/8) pukul 18.48 WIB, jumlah korban meninggal dunia mencapai 47 orang.

Korban tersebar di sejumlah wilayah, yakni Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Manggarai Barat, Ngada, dan Ende. Selain korban meninggal, sejumlah warga mengalami luka-luka dan mendapatkan penanganan medis.

Kerusakan juga dilaporkan terjadi pada berbagai bangunan. Data BNPB mencatat sedikitnya 157 rumah rusak berat, 41 rumah rusak sedang, dan 148 rumah rusak ringan.

Sejumlah fasilitas umum turut terdampak, antara lain 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, lima tempat ibadah, dan enam kantor.

Ratusan Gempa Susulan

Aktivitas seismik di wilayah Flores masih berlangsung setelah gempa utama. BMKG mencatat 235 gempa susulan hingga Sabtu (15/8) pukul 14.00 WIB, dengan magnitudo berkisar M2,5 hingga M6,2.

BMKG menyebut aktivitas gempa susulan masih perlu diwaspadai karena tren peluruhannya belum menunjukkan penurunan yang signifikan. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap bangunan yang mengalami retakan atau kerusakan struktur.

Pemerintah Percepat Penanganan

Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus melakukan penanganan terhadap masyarakat terdampak. Evakuasi korban, pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pendataan kerusakan menjadi prioritas.

BNPB juga telah mengirimkan bantuan pangan dan nonpangan ke wilayah terdampak. Sejumlah fasilitas transportasi ikut mengalami kerusakan, meski beberapa bandara masih dapat digunakan karena landasan pacu tetap berfungsi.

Masyarakat di wilayah terdampak juga diminta tidak kembali ke bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman. Warga diimbau mengikuti perkembangan informasi hanya dari sumber resmi, terutama BMKG dan BNPB.

Warga Diminta Waspada Gempa Susulan

BMKG mengingatkan bahwa gempa susulan masih mungkin terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang namun tidak mengurangi kewaspadaan.

Bangunan yang mengalami retakan atau kerusakan struktural perlu diperiksa sebelum kembali ditempati. Masyarakat juga diminta menjauhi kawasan yang berpotensi mengalami longsor serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Gempa Flores ini kembali menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan masyarakat dan kekuatan infrastruktur sangat penting dalam menghadapi bencana di wilayah rawan gempa.

 

Berita Terkait

Jalan Jagalempeni–Tegalgandu Mulus, Akses Warga dan Ekonomi Kian Terbuka
Warga Karangsembung Tuntut Kades Jalankan LHP Inspektorat, Warga Tuntut Cabut Penonaktifan Sekdes dan Kadus
H. Ulung Purnama, S.H., M.H: Dugaan Keabsahan Ijazah Bakal Calon Kades, Praktisi Hukum Minta Panitia Pilkades Bertindak Objektif
Semarak HUT RI ke-81, RW 04 Parigi Gelar RW 04 Cup Antar-RT
Kotak Band Pukau Warga Brebes dalam Pembukaan Brebes Expo 2026, Dukung UMKM Berkembang
Dari Ketanggungan ke Alun-alun Brebes, Faris Siap Kibarkan Merah Putih
Gerbang Generasi Emas Brebes di Brebes Expo 2026, Dindikpora Tampilkan Potensi dan Kreativitas Anak
PC IMM Madina Ultimatum Kapolres 3×24 Jam, Desak Penindakan Terhadap Terduga Toke PETI di Simpang Tolang
Berita ini 3 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:32 WIB

Jalan Jagalempeni–Tegalgandu Mulus, Akses Warga dan Ekonomi Kian Terbuka

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:58 WIB

Warga Karangsembung Tuntut Kades Jalankan LHP Inspektorat, Warga Tuntut Cabut Penonaktifan Sekdes dan Kadus

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:35 WIB

H. Ulung Purnama, S.H., M.H: Dugaan Keabsahan Ijazah Bakal Calon Kades, Praktisi Hukum Minta Panitia Pilkades Bertindak Objektif

Minggu, 16 Agustus 2026 - 09:53 WIB

Gempa M7,7 Guncang Flores, 47 Orang Meninggal Dunia, Ratusan Bangunan Rusak

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:02 WIB

Kotak Band Pukau Warga Brebes dalam Pembukaan Brebes Expo 2026, Dukung UMKM Berkembang

Berita Terbaru