Profesor “Pulang Kandang”, Pemda Brebes Dapat Suntikan Otak Segar di Halal Bihalal

Rabu, 25 Maret 2026 - 10:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Brebes, beritafakta.id— Momen Halal Bihalal di Brebes kali ini nggak cuma soal maaf-maafan sambil senyum manis. Forum Komunikasi Guru Besar dan Dosen Putera Puteri Brebes bareng Yayasan Rumah Cinta Brebes justru bikin panggung yang lebih “panas”: adu gagasan demi masa depan daerah.

Acara ini digelar di Kantor Pemerintah Terpadu (KPT), Selasa (25/3/2026).

Para profesor asal Brebes yang biasanya “terbang tinggi” di kampus-kampus dalam dan luar negeri, kini pulang kampung. Mereka nggak datang bawa oleh-oleh biasa, tapi bawa “amunisi” pemikiran buat membedah masalah daerah.

Mengusung tema “Merajut Ukhuwah, Membangun Brebes dengan Cinta”, acara ini jadi ajang temu kangen sekaligus “rapat otak besar”. Sekitar 60 profesor, 339 dosen, dan 21 kepala dinas ikut nimbrung.

Nama-nama besar dari berbagai kampus ikut hadir, mulai dari Prof. Anton Satria Prabuwono hingga Prof. Ma’mun Murod.

Sekretaris Daerah Brebes, Dr. Tahroni, yang mewakili Bupati, langsung tancap gas dalam sambutannya. Ia menekankan pentingnya gotong royong, bukan sekadar jargon.

“Brebes akan lebih hebat, kalau kita tanamkan kepada diri kita rasa saling tolong menolong, Hal yang terpenting untuk saat ini adalah kebersamaan dan kolaborasi, Brebes beres bisa dimanifestasikan dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat, Kolaboratif bisa Menghidupkan Ekonomi Di Sekelilingnya lebih maju, Kegiatan Hari jadi Brebes Professor kelahiran brebes harus datang dan di undang oleh kami Pemda Brebes untuk brainstrorming tentang kemajuan Brebes dan sumbangsih Pemikiran,” ucapnya.

Kalau Tahroni bicara kolaborasi, Prof. Ma’mun Murod justru “menyentil” lebih dalam. Ia mengingatkan, masalah di Brebes nggak bisa disapu di permukaan saja.

“Menyelesaikan brebes harus di lihat hulu dan hilirnya, Problem di Indonesia adalah kesalahan kebijakan politik, Bencana yang terjadi di beberapa daerah brebes adalah kesalahan kebijakan politik, Harus ada keseriusan bupati dan jajaran nya untuk menyelesaikan permasalahan, menghadirkan berbagai stakeholder yang berkepentingan, Profesor Putera Puteri Kelahiran Brebes siap untuk mempersiapkan kajian yang mendalam terkait bagaimana menyelesaikan permasalahan Brebes,” tegasnya.

Nada bicaranya jelas: kalau mau beres, jangan setengah-setengah. Harus berani bongkar dari akar sampai ujung.

Sementara itu, Ketua Panitia Muhammad Abdul Fery melihat forum ini bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menyebut forum yang sudah berjalan sejak 2018 ini sebagai “mesin penggerak” perubahan.

“Semangat kebersamaan yang terbangun dalam Forum Komunikasi Guru Besar dan Dosen Putera Puteri Brebes / Yayasan Rumah Cinta Brebes sudah 8 tahun dari 11 September 2018 ini dapat terus dijaga dan ditumbuhkan. Profesor sebagai insan akademik, sebagai penggerak perubahan sosial yang membawa nilai-nilai keilmuan, integritas, dan pengabdian bagi masyarakat. Mari memperkuat Connectivity, Sinergy and Collaboration, untuk kemajuan Brebes,” ucapnya.

Acara ini seolah jadi pengingat: Brebes nggak kekurangan orang pintar. Tinggal bagaimana “otak-otak encer” ini benar-benar diajak duduk bareng, bukan cuma jadi pajangan di daftar undangan.

Kalau kolaborasi ini serius digarap, bukan nggak mungkin Brebes bisa naik kelas nggak cuma dikenal karena telurnya, tapi juga karena pikirannya. (RED/RUSMONO)

Penulis : RUSMONO

Editor : YUDI PURWANTO

Berita Terkait

Dukung Pendidikan Karakter, BPR BKK Mandiraja Dukung Program Penguatan Integritas Siswa Antikorupsi di Banjarnegara
Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jaringan Irigasi Tersier Menggunakan Matrial Batu Cadas dan Pasir Ladon
Perluas Jangkauan Pemasaran, Kini Diler Kendaraan Bertenaga Listrik Chery Resmi Dibuka di Kota Tegal
Pensiun dengan Bahagia, ASN Brebes Dibekali Kesiapan Mental dan Finansial
KKN 2026 Universitas Pelita Bangsa Dorong Desa Mandiri melalui Inovasi Sosial, Ekonomi, dan Digital
Tanamkan Budaya Antikorupsi Sejak Dini, Inspektorat Banjarnegara Gelar Program penguatan integritas peserta didik
Dorong Keterbukaan Informasi dan Edukasi Hukum, PWI dan Kajari Brebes Bersinergi
Koperasi Brebes Didorong Naik Kelas lewat Penguatan Pemasaran dan Permodalan
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:07 WIB

Dukung Pendidikan Karakter, BPR BKK Mandiraja Dukung Program Penguatan Integritas Siswa Antikorupsi di Banjarnegara

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:50 WIB

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jaringan Irigasi Tersier Menggunakan Matrial Batu Cadas dan Pasir Ladon

Sabtu, 25 Juli 2026 - 06:43 WIB

Perluas Jangkauan Pemasaran, Kini Diler Kendaraan Bertenaga Listrik Chery Resmi Dibuka di Kota Tegal

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:49 WIB

Pensiun dengan Bahagia, ASN Brebes Dibekali Kesiapan Mental dan Finansial

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:41 WIB

KKN 2026 Universitas Pelita Bangsa Dorong Desa Mandiri melalui Inovasi Sosial, Ekonomi, dan Digital

Berita Terbaru