Janji Haji Kilat Berujung Petaka, Calon Jemaah Bekasi Kehilangan Rp600 Juta

Selasa, 14 April 2026 - 12:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi, Beritafakta.id — Niat suci menuju Tanah Suci berubah arah jadi petaka. Seorang calon jemaah haji asal Kota Bekasi berinisial NH (40) kehilangan Rp600 juta setelah pelaku menjeratnya lewat modus aplikasi “update data kependudukan”.

Awalnya, korban berharap proses keberangkatan berjalan lebih cepat. Namun, harapan itu justru menyeretnya ke dalam jebakan. Alih-alih membuka jalan ibadah, pelaku malah membuka pintu kerugian halus, tapi menghantam telak.

Modus Percepatan Haji yang Menjebak

Pertama, pelaku mengirim pesan singkat kepada korban. Selanjutnya, mereka menawarkan percepatan kuota haji melalui tautan verifikasi data elektronik.

Kemudian, pelaku meminta korban mengisi data pribadi. Dalam proses itu, korban mengikuti arahan tanpa curiga. Padahal, di balik layar, pelaku mulai menggerus akses penting milik korban.

Di sisi lain, pelaku memang sengaja menyasar calon jemaah yang sudah lama menunggu antrean. Dengan demikian, mereka memainkan psikologi korban seperti melempar umpan di air tenang, lalu menariknya saat lengah.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Bekasi, Rian Fauzi, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat.

“Kurang lebih ada 20 orang masyarakat yang konfirmasi ke kami setelah ditelepon oleh orang tidak dikenal yang menjanjikan percepatan haji,” kata Rian.

Lebih lanjut, pelaku menghubungi korban melalui telepon. Setelah itu, mereka meminta data pribadi seperti KTP elektronik. Bahkan, mereka juga mengarahkan korban untuk membuka tautan tertentu.

Akibatnya, celah keamanan terbuka. Dari titik itu, pelaku mulai menguasai akses tanpa disadari korban.

Kerugian Mencapai Ratusan Juta

Awalnya, tidak ada korban yang melaporkan kerugian. Namun kemudian, satu kasus besar akhirnya muncul ke permukaan.

“Ada pasangan suami istri yang menjadi korban, kerugiannya kurang lebih Rp600 juta,” ujarnya.

Selanjutnya, pasangan yang berprofesi sebagai pedagang itu mengikuti semua instruksi pelaku. Hingga akhirnya, ponsel mereka terkunci dan tidak bisa mereka akses.

Tak lama kemudian, mereka memeriksa rekening. Hasilnya mengejutkan, saldo mereka hampir habis.

“Setelah itu mereka curiga dan mengecek rekening, ternyata saldo sudah terkuras, tersisa sekitar Rp400 ribu,” kata Rian.

Selain terjadi di Bekasi, kasus serupa juga muncul di berbagai daerah lain di Indonesia. Oleh karena itu, Rian menegaskan bahwa masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan.

Menurutnya, pelaku memanfaatkan data calon jemaah yang sudah terdaftar. Kemudian, mereka menawarkan percepatan keberangkatan dengan alasan sisa kuota.

“Kami tegaskan, tidak ada permintaan data melalui telepon. Kalau ada informasi, pasti kami arahkan untuk datang langsung ke kantor,” tegasnya.

Imbauan: Jangan Mudah Percaya

Terakhir, Rian mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada pihak yang tidak dikenal. Terlebih lagi, jika pihak tersebut meminta data pribadi secara daring.

“Jangan mudah percaya dengan telepon tidak dikenal, apalagi diminta mengirim data. Sebaiknya langsung konfirmasi ke kantor agar tidak menjadi korban,” katanya.

Pada akhirnya, kejahatan hari ini tidak lagi datang dengan wajah kasar. Sebaliknya, ia hadir rapi, sopan, bahkan meyakinkan, seperti janji manis yang diam-diam menguras isi rekening.

Berita Terkait

Halal Bihalal Bupati Banjarnegara Bersama BUMDESMA, Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas.
Menteri PANRB Dukung Penguatan Kelembagaan dan Tata Kelola di Basarnas
PBI BPJS Kesehatan Nonaktif, Komite III DPD RI Soroti Pasien Penyakit Kronis
Kementrans dan 10 PTN Bangun Papua, Wamen Viva Yoga: Perlu Pendekatan Adaptif dan Berbasis Kebutuhan Lokal
Mendes Yandri Ajak Insan Pendidikan di Kabupaten Serang Kolaborasi Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Desa
Latih 135 Calon Pengurus, Disperindagkop Banjarnegara Tekankan Transparansi Keuangan Koperasi
Jakarta Jadi Kota Terpadat di Dunia, “Sesak Napas” di Puncak Daftar PBB
Bupati Amalia Ajak PKS Perkuat Barisan Politik Pembangunan Banjarnegara.
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 20:41 WIB

Halal Bihalal Bupati Banjarnegara Bersama BUMDESMA, Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas.

Selasa, 14 April 2026 - 18:25 WIB

Menteri PANRB Dukung Penguatan Kelembagaan dan Tata Kelola di Basarnas

Selasa, 14 April 2026 - 18:21 WIB

PBI BPJS Kesehatan Nonaktif, Komite III DPD RI Soroti Pasien Penyakit Kronis

Selasa, 14 April 2026 - 18:16 WIB

Kementrans dan 10 PTN Bangun Papua, Wamen Viva Yoga: Perlu Pendekatan Adaptif dan Berbasis Kebutuhan Lokal

Selasa, 14 April 2026 - 18:07 WIB

Mendes Yandri Ajak Insan Pendidikan di Kabupaten Serang Kolaborasi Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Desa

Berita Terbaru