Sembelih 403 Hewan Kurban, Camat Batur; Desa Batur Catatkan Partisipasi Luar Biasa

Kamis, 28 Mei 2026 - 08:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agung Hermawan, S,STP, ME Camat Batur(tengah memakai topi) Kepala Desa Batur Fauzi(Berkaca mata) dan Danramil Batur saat berada di lokasi pembagian Daging kurban.(Dok.Berita Fakta.id)

Agung Hermawan, S,STP, ME Camat Batur(tengah memakai topi) Kepala Desa Batur Fauzi(Berkaca mata) dan Danramil Batur saat berada di lokasi pembagian Daging kurban.(Dok.Berita Fakta.id)

BANJARNEGARA,Berita Fakta.id— Tingginya kepedulian sosial masyarakat Kecamatan Batur pada pelaksanaan Iduladha 1447 Hijriah/2026 mendapat apresiasi dari Camat Batur, Agung Hermawan, S.STP. Khusus di Desa Batur, jumlah hewan kurban tahun ini meningkat signifikan dan diperkirakan menghasilkan sekitar 45 ton daging kurban, menjadikannya salah satu fenomena sosial-keagamaan yang menonjol di Kabupaten Banjarnegara.

Camat Batur, Agung Hermawan, S.STP, ME menyampaikan apresiasinya atas tingginya kesadaran masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban pada Iduladha tahun 2026. Menurutnya, peningkatan jumlah hewan kurban dari tahun ke tahun menunjukkan tingginya tingkat ketakwaan sekaligus kepedulian sosial masyarakat Kecamatan Batur, khususnya di Desa Batur.

Pada pelaksanaan Iduladha tahun ini, Desa Batur mencatat jumlah hewan kurban yang cukup fantastis, yakni sekitar 350 ekor domba dan kambing serta 53 ekor sapi. Dengan jumlah tersebut, total daging kurban diperkirakan mencapai sekitar 45 ton. Proses penyembelihan melibatkan sekitar 200 juru sembelih halal (Juleha).

“Alhamdulillah, dari sudut pandang agama ini menandakan tingkat ketakwaan masyarakat Batur sangat tinggi. Ketakwaan yang kuat bisa menjadi fondasi dalam mewujudkan kehidupan sosial yang kondusif. Efek dominonya tentu masyarakat akan semakin taat dan mendukung berbagai program pemerintah,” ujar Agung, Rabu (27/5/2026).

Ia mengaku terkesan dengan fenomena kurban tahun ini. Menurutnya, partisipasi masyarakat tidak hanya datang dari kalangan ekonomi menengah ke atas, tetapi juga dari warga dengan kondisi ekonomi sederhana.

Hal yang paling membanggakan, lanjutnya, adalah keterlibatan anak-anak usia sekolah dasar yang sejak dini sudah mulai menanamkan nilai-nilai ibadah melalui kebiasaan menabung untuk membeli hewan kurban.

“Informasi dari panitia, kepala desa, maupun PCM Muhammadiyah, ada anak-anak usia SD yang menyisihkan uang sakunya untuk membeli hewan kurban. Ini luar biasa karena menunjukkan pendidikan karakter dan nilai religius sudah ditanamkan sejak kecil,” ungkapnya.

Agung berharap fenomena ini dapat dipublikasikan secara luas sebagai inspirasi bagi masyarakat daerah lain.

“Harapan saya, melalui teman-teman media ini bisa diberitakan. Bukan untuk pamer, tetapi untuk memotivasi masyarakat agar semakin semangat berkurban. Kalau anak-anak saja bisa, tentu orang dewasa harus lebih termotivasi,” katanya.

Dari perspektif pemerintah kecamatan, tingginya jumlah hewan kurban tahun ini menunjukkan adanya pergeseran tren. Jika sebelumnya dominasi kurban lebih banyak pada sapi, tahun ini masyarakat cenderung memilih kambing dan domba.

“Kalau kami melihat, persentase warga yang berkurban masih di angka 50 hingga mendekati 60 persen dari jumlah kepala keluarga. Namun tahun ini ada pergeseran, jumlah sapi sedikit berkurang sementara kambing dan domba meningkat. Faktor harga menjadi salah satu penyebabnya,” jelasnya.

Terkait pelaksanaan teknis, Agung memastikan panitia kurban di wilayah Batur sudah sangat terstruktur dan berpengalaman. Sistem kerja yang diterapkan dinilai efektif karena tanggung jawab teknis penyembelihan dan distribusi dilakukan secara terorganisasi bersama sohibul kurban.

Ia juga memastikan seluruh proses penyembelihan dilakukan sesuai syariat dengan melibatkan juru sembelih halal bersertifikat.

“Untuk memastikan kehalalan, para juru sembelih di sini insyaallah sudah bersertifikat,” tegasnya.

Selain itu, pengawasan kesehatan hewan juga dilakukan secara ketat oleh petugas Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Pemeriksaan kesehatan dilakukan sebelum penyembelihan, termasuk sosialisasi kepada masyarakat untuk memastikan hewan kurban sehat dan layak konsumsi.

“Petugas sudah melakukan pengecekan agar hewan kurban benar-benar sehat dan layak. Jika ditemukan organ yang tidak layak, seperti hati yang terindikasi penyakit, langsung dimusnahkan agar tidak dibagikan kepada masyarakat,” pungkas Agung.(Bas)

Berita Terkait

Kebakaran Usaha Laundry di Makasar, Kerugian Ditaksir Capai Rp200 Juta
Kadus 2 Desa Gondang Hari Raya Idul Adha 1447 H Qurban 5 Ekor Sapi dan 20 Ekor Kambing
Patroli Gabungan Skala Besar Malam Takbir Iduladha
Raup Rp 41 Miliar dari Penipuan, Sindikat Pig Butchering di Jateng Berhasil Diungkap
Patroli Kamtibmas, Baksos dan Jumat Curhat di Desa Karangpetir
Pro dan Kontra Kebijakan “Tembak di Tempat” Pelaku Begal Jadi Sorotan Publik
Upacara Hari Kebangkitan Nasional, Kapolres Purbalingga Bacakan Sambutan Menteri Komdigi
Sambut Kunjungan Siswa Di Mapolres Purbalingga Dengan Kegiatan Menyenangkan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:01 WIB

Kebakaran Usaha Laundry di Makasar, Kerugian Ditaksir Capai Rp200 Juta

Kamis, 28 Mei 2026 - 08:37 WIB

Sembelih 403 Hewan Kurban, Camat Batur; Desa Batur Catatkan Partisipasi Luar Biasa

Rabu, 27 Mei 2026 - 10:49 WIB

Kadus 2 Desa Gondang Hari Raya Idul Adha 1447 H Qurban 5 Ekor Sapi dan 20 Ekor Kambing

Rabu, 27 Mei 2026 - 05:44 WIB

Patroli Gabungan Skala Besar Malam Takbir Iduladha

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:03 WIB

Raup Rp 41 Miliar dari Penipuan, Sindikat Pig Butchering di Jateng Berhasil Diungkap

Berita Terbaru