TP PKK Brebes Edukasi Pelajar dan Orang Tua tentang Pubertas dan Bahaya Narkoba

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES, Beritafakta.id – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Brebes menggelar Sosialisasi Parenting Keluarga dan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba di Pendopo Kabupaten Brebes, Kamis (18/6/2026). Kegiatan ini diikuti kader PKK serta pelajar SMP dan SMA se-Kabupaten Brebes dengan menghadirkan Kepala BNNK Tegal Kunarto, dan dokter spesialis anak Vina Rosalia, sebagai narasumber.

Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua dan remaja mengenai perubahan emosi pada masa pubertas sekaligus memperkuat kewaspadaan terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.

Ketua TP PKK Kabupaten Brebes yang diwakili Ketua Pokja I TP PKK Kabupaten Brebes, Lilik Meidiawati, mengatakan masa remaja merupakan fase penting yang membutuhkan pendampingan dan komunikasi yang baik dari keluarga.

Saat membacakan sambutan Ketua TP PKK Kabupaten Brebes Lilik menyampaikan, rumah harus menjadi tempat yang aman bagi anak untuk bercerita dan memperoleh dukungan. Menurutnya, komunikasi yang hangat antara orang tua dan anak menjadi kunci dalam membantu remaja menghadapi perubahan emosi selama masa pubertas.

“Masa pubertas adalah fase yang tidak mudah. Perubahan hormon sering kali membuat emosi anak naik turun. Di sinilah peran keluarga menjadi sangat penting. Rumah harus menjadi tempat paling aman untuk bercerita, tempat yang penuh penerimaan, bukan penghakiman,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala BNNK Tegal Kunarto, memaparkan materi bertajuk Remaja SIGAB (Siaga Lawan Narkoba). Ia menjelaskan, remaja termasuk kelompok yang rentan terhadap penyalahgunaan narkoba karena berada pada fase pencarian jati diri, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, serta mudah dipengaruhi lingkungan pergaulan.

Menurutnya, penyalahgunaan narkoba umumnya berawal dari rasa penasaran, kemudian berkembang menjadi kebiasaan hingga berujung pada ketergantungan. Selain merusak kesehatan fisik dan mental, narkoba juga dapat menghancurkan masa depan generasi muda.

“Jangan pernah mencoba narkoba meskipun hanya sekali. Banyak kasus penyalahgunaan narkoba diawali dari rasa ingin tahu dan ajakan teman. Generasi muda harus berani berkata tidak, berani memilih pergaulan yang sehat, dan berani menjaga cita-citanya,” tegas Kunarto.

Ia juga mengingatkan bahwa ancaman penyalahgunaan narkoba tidak hanya berasal dari narkotika dan obat-obatan terlarang, tetapi juga penyalahgunaan obat-obatan tertentu tanpa resep dokter. Dampaknya dapat menimbulkan kecanduan, gangguan fungsi otak, kerusakan organ tubuh, masalah sosial, hingga kematian.

Sementara itu, Vina Rosalia menyampaikan materi berjudul Hormon, Stres, dan Pubertas: Kenapa Emosiku Naik Turun?. Ia menjelaskan, perubahan emosi pada masa pubertas merupakan bagian normal dari proses tumbuh kembang akibat perubahan hormonal.

Menurut Vina, remaja perlu memahami cara mengelola emosi secara sehat agar tidak berdampak negatif terhadap diri sendiri maupun lingkungan.

“Emosi yang naik turun saat pubertas adalah hal yang normal. Yang terpenting adalah bagaimana mengelolanya. Ketika merasa marah, sedih, atau stres, cobalah berbicara dengan orang tua, guru, atau orang yang dipercaya serta menyalurkan energi melalui kegiatan positif,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan para orang tua agar tidak langsung menganggap perubahan perilaku anak sebagai bentuk pembangkangan. Kehadiran orang tua sebagai pendengar yang baik akan membuat anak lebih mudah terbuka terhadap berbagai persoalan yang dihadapi.

Menurut Vina, keluarga merupakan benteng pertama dalam melindungi anak dari berbagai pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas. Karena itu, komunikasi yang sehat di lingkungan keluarga perlu dibangun sejak dini.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Sejumlah pelajar aktif mengajukan pertanyaan mengenai cara mengelola stres saat pubertas, mengendalikan emosi, hingga langkah yang harus dilakukan apabila menemukan teman yang terindikasi menyalahgunakan narkoba.

Sebagai bentuk apresiasi, TP PKK Kabupaten Brebes memberikan bingkisan kepada peserta yang aktif bertanya. Melalui kegiatan ini, TP PKK Kabupaten Brebes berharap para pelajar mampu melewati masa pubertas dengan sehat, memiliki ketahanan diri terhadap pengaruh negatif, serta tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan bebas narkoba.

(Rusmono)

Berita Terkait

Kios Adminduk Jadi Andalan Layanan Kependudukan, Pemkab Brebes Perkuat Peran Desa
Ratiban Pandansari, Ribuan Warga Syukuri Hasil Bumi dan Lestarikan Tradisi Leluhur
Martoyo Gelar Pendidikan Politik dan Peningkatan Demokrasi, Warga Diajak Bijak Berpolitik
Kapolres Brebes Sambangi Kediaman Kusmiah, Janda Penjaga Parkir Gagalkan Aksi Pencurian Rp.3,6 Miliar
Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Brebes Gelar Aksi Donor Darah Sinergi Bersama TNI dan Masyarakat
Politik Uang Kian Beragam, Bawaslu Banjarnegara Perkuat Pendidikan Politik untuk Masyarakat
BAZNAS RI salurkan 160 Al-Quran ke Majlis Preman Indonesia (MPI) sebagai wujud raih berkah bersama
Kondisi Tanggul Kali Pemali di Desa Wanasari Kondisinya Mengkuatirkan, Warga Was Was Harap Segera di Atasi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:17 WIB

TP PKK Brebes Edukasi Pelajar dan Orang Tua tentang Pubertas dan Bahaya Narkoba

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:16 WIB

Kios Adminduk Jadi Andalan Layanan Kependudukan, Pemkab Brebes Perkuat Peran Desa

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:14 WIB

Ratiban Pandansari, Ribuan Warga Syukuri Hasil Bumi dan Lestarikan Tradisi Leluhur

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:48 WIB

Martoyo Gelar Pendidikan Politik dan Peningkatan Demokrasi, Warga Diajak Bijak Berpolitik

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:45 WIB

Kapolres Brebes Sambangi Kediaman Kusmiah, Janda Penjaga Parkir Gagalkan Aksi Pencurian Rp.3,6 Miliar

Berita Terbaru