x

PPNK Angkatan 73 Lemhannas RI Resmi Ditutup, Megy Aidillova: Angkatan Kami Punya Momen Istimewa

waktu baca 4 menit
Rabu, 26 Agu 2026 06:20 18 redaksi

JAKARTA – Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan ke-73 Lemhannas RI resmi berakhir. Program yang diikuti 100 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari birokrat, akademisi, tokoh masyarakat, organisasi profesi, hingga unsur TNI dan Polri tersebut ditutup di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Selasa (18/8/2026).

PPNK Angkatan 73 mengusung tema “Membangun Kemandirian Bangsa Melalui Asta Cita, Guna Mewujudkan Indonesia Emas 2045.” Kegiatan tersebut sebelumnya dibuka pada 10 Agustus 2026 di Lemhannas RI.

Program ini menjadi wadah untuk memperkuat karakter, jati diri, serta pemahaman peserta terhadap nilai-nilai kebangsaan sebagai bekal dalam menjalankan tugas dan pengabdian di tengah dinamika nasional maupun global.

Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., dalam sambutan penutupan mengingatkan para peserta mengenai berbagai tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia, terutama di tengah perubahan dan dinamika global yang turut memengaruhi ketahanan nasional.

Ia berpesan agar para peserta dapat menjadi teladan sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan dalam profesi dan kehidupan bermasyarakat.

“Kami berpesan agar menjadi teladan dan mandiri, selalu menerapkan pengetahuan dan nilai-nilai kebangsaan ke dalam tugas, profesi, dan kehidupan bermasyarakat serta menjadi agen perubahan,” ujar Ace Hasan.

Ia juga mendorong para peserta untuk terus menyebarkan pemahaman kebangsaan yang benar, membangun inisiatif di lingkungan masing-masing serta berkontribusi dalam memperkuat ketahanan masyarakat.

“Sebarkan terus pemahaman yang benar tentang kebangsaan, bangun inisiatif lokal yang memperkuat ketahanan komunitas, dan berkontribusilah demi menuju Indonesia Emas 2045,” lanjutnya.

Megy: Angkatan 73 Punya Momen Istimewa

Sementara itu, salah satu peserta PPNK Angkatan 73, Megy Aidillova, ST, mengungkapkan bahwa pelaksanaan program tersebut memiliki kesan tersendiri. Menurutnya, Angkatan 73 mendapatkan momentum istimewa karena rangkaian kegiatan bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Alhamdulillah, kami telah selesai melaksanakan PPNK Angkatan 73 dengan baik. PPNK Angkatan 73 ini sangat spesial karena berbarengan dengan peringatan puncak HUT RI ke-81,” kata Megy saat berbincang dengan awak media, Selasa (25/8/2026).

Menurut Megy, salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika peserta mengikuti upacara peringatan HUT Kemerdekaan bersama pimpinan dan jajaran Lemhannas RI.

“Kami memperingatinya dengan upacara bersama pimpinan Lemhannas RI dan jajaran. Suatu suasana yang langka dari biasanya,” tuturnya.

Perkaya Wawasan dan Perkuat Solidaritas

Selama mengikuti PPNK, para peserta mendapatkan kesempatan berdiskusi dengan narasumber, panelis, pimpinan maupun instruktur Lemhannas RI. Selain itu, interaksi antarpeserta dari berbagai latar belakang turut memperkaya pengalaman dan wawasan.

Megy mengatakan materi yang diperoleh mencakup berbagai persoalan strategis bangsa, antara lain perkembangan geopolitik, penguatan sistem ketahanan nasional, pemberdayaan sumber daya manusia, serta pentingnya etika dan integritas dalam penyelenggaraan negara.

“Kami begitu banyak berdiskusi baik dengan narasumber, panelis, pimpinan, instruktur di Lemhannas RI maupun antarkelompok. Kami saling berbagi pengalaman dan memperkaya wawasan mengenai berbagai aspek yang menentukan masa depan bangsa,” jelasnya.

Selain kegiatan pembelajaran, kegiatan luar ruang seperti outbound dan api unggun juga menjadi pengalaman yang berkesan bagi peserta.

Menurut Megy, kegiatan tersebut mampu memperkuat rasa solidaritas dan soliditas antarpeserta.

“Hal yang paling berkesan bagi kami adalah pada saat outbound dan api unggun. Di sana makin terbangun rasa solidaritas dan soliditas dalam membangun tim,” ungkapnya.

Nilai Kebangsaan Harus Diimplementasikan

Megy menilai keberhasilan mengikuti PPNK tidak hanya diukur dari selesainya rangkaian pendidikan atau diperolehnya sertifikat, tetapi juga dari kemampuan peserta menerapkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang terpenting dalam kegiatan kami adalah bagaimana nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari empat konsensus dasar bangsa dapat kami implementasikan untuk mewujudkan kemandirian bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

Ia berharap seluruh pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program di Lemhannas RI dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.

“Semoga apa yang telah kami jalani selama masa pendidikan di Lemhannas RI ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, minimal di tempat kami melakukan pengabdian,” ujar Megy.

Megy merupakan perwakilan organisasi GMMP dan alumni Resimen Mahasiswa. Ia juga menyebut dirinya berasal dari Nagari Kapau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

100 Peserta Terima Sertifikat

Sebanyak 100 peserta PPNK Angkatan ke-73 Lemhannas RI dinyatakan telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan memenuhi persyaratan program.

Para peserta memperoleh sertifikat yang ditandatangani langsung oleh Gubernur Lemhannas RI. Selain itu, peserta juga mendapatkan PIN Lemhannas RI yang secara simbolis dipasangkan oleh Gubernur Lemhannas RI pada acara penutupan.

Setelah menyelesaikan program tersebut, para peserta selanjutnya akan bergabung dalam wadah alumni Lemhannas RI, yakni IKABNAS atau IKAL Lemhannas RI.

Melalui PPNK Angkatan 73, para peserta diharapkan tidak berhenti pada pemahaman konseptual mengenai nilai-nilai kebangsaan, tetapi mampu menerapkannya dalam profesi, kehidupan bermasyarakat, serta berbagai bentuk pengabdian untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

(Red/MG)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x