Prajurit Menjahit Luka Negeri, Satgas TNI Selamatkan Pemuda Luka Parah di Kampung Geligi

Rabu, 4 Juni 2025 - 15:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua, Beritafakta.id – Di balik kabut pegunungan yang membalut Kampung Geligi, kisah kemanusiaan kembali ditulis dengan tinta keberanian dan pengabdian. Satgas Yonif 700/Wira Yudha Cakti, melalui Pos Pintu Jawa, menunjukkan bahwa senjata paling ampuh seorang prajurit bukan hanya senapan, melainkan hati yang siap menolong siapa pun yang membutuhkan. (4/6/2025).

Seorang pemuda kampung bernama Yotam, mengalami luka parah akibat sabetan parang di bagian kakinya. Darah mengalir, nyeri menusuk, dan harapan nyaris pupus—hingga langkah kaki membawanya ke Pos Pintu Jawa. Ia tidak memilih ke puskesmas, karena tempat itu kini sunyi, tak lagi berfungsi. Intimidasi dari kelompok TPNPB telah membuat para tenaga kesehatan angkat kaki, dan pelayanan medis di Mageabume terhenti sejak lama.

Namun, di pos jaga yang didirikan untuk menjaga kedaulatan negeri, kehidupan justru dipertahankan.

Tanpa ragu, Serda Lijan, seorang prajurit kesehatan dari Bakes Pos Pintu Jawa, sigap memberi pertolongan. Di bawah tenda sederhana dan pencahayaan alami, tangan-tangan bersarung putih bergerak lincah menjahit luka—bukan hanya di kulit, tetapi juga luka di batin warga yang rindu akan rasa aman dan kepedulian.

“Kami hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh setiap anak bangsa—menolong tanpa melihat siapa dan dari mana,” ujar Letda Inf Risal, Danpos Pintu Jawa, dengan mata yang menyiratkan rasa tanggung jawab mendalam.

Yotam pun mendapatkan tujuh jahitan di bagian kakinya. Luka itu mungkin akan membekas, tapi yang lebih dalam tertanam di hatinya adalah kenangan: tentang seragam loreng yang tak hanya berani di medan laga, tapi juga lembut saat menyeka luka.

Di tengah ketegangan dan gejolak, prajurit Yonif 700/WYC membuktikan bahwa keberadaan mereka bukan hanya sebagai penjaga wilayah, tapi juga pelindung rakyat, harapan di tengah sunyi, dan penyambung nyawa di saat tak ada siapa-siapa.

Satu luka telah dijahit. Tapi lebih dari itu, satu ikatan kepercayaan kembali terjalin di pelosok negeri ini.(*)

Berita Terkait

Tak Berkutik, Pengedar Sabu Jaringan Sistem Tempel Dibekuk Dit Narkoba Polda Jateng, Barang Bukti 12 Gram Disita
Perkuat Tata Kelola dan Integritas, Pemkab Banjarnegara Gelar Pembekalan Strategis Pengadaan Barang/Jasa
Pererat Silaturahmi, RW 05 Gelar Wisata Kebersamaan Dukung Program Walikota Depok
Direktur Pembinaan Narapidana Tinjau Program Pembinaan dan Layanan di Rutan Batam
DPC FERADI WPI Kabupaten Bogor Resmi Dilantik, Prioritaskan Layanan Bantuan Hukum Gratis bagi Masyarakat
Keluhan Warga Widasari – Telakop Terkait Jalan yang Rusak, di Jawab Sudah
Sinergi Satlantas Polres Purbalingga dan Warga Bentuk Kampung Tertib Lalu Lintas
Di Hadapan Kader IMM, Kapolres Kendal Pastikan Tak Ada Tindakan Represif Saat Penyampaian Aspirasi
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 15:34 WIB

Tak Berkutik, Pengedar Sabu Jaringan Sistem Tempel Dibekuk Dit Narkoba Polda Jateng, Barang Bukti 12 Gram Disita

Senin, 6 Juli 2026 - 11:39 WIB

Perkuat Tata Kelola dan Integritas, Pemkab Banjarnegara Gelar Pembekalan Strategis Pengadaan Barang/Jasa

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:02 WIB

Pererat Silaturahmi, RW 05 Gelar Wisata Kebersamaan Dukung Program Walikota Depok

Minggu, 5 Juli 2026 - 10:02 WIB

Direktur Pembinaan Narapidana Tinjau Program Pembinaan dan Layanan di Rutan Batam

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:45 WIB

DPC FERADI WPI Kabupaten Bogor Resmi Dilantik, Prioritaskan Layanan Bantuan Hukum Gratis bagi Masyarakat

Berita Terbaru