Ahmad Syauqi Dorong Penguatan DTSEN untuk Penyaluran Bansos dan JKN yang Tepat Sasaran

Jumat, 1 Agustus 2025 - 10:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

beritafakta.id – Anggota Dewan Perwakilan Daerah RI Dapil DIY, Ahmad Syauqi Soeratno, menggelar rapat kerja pengawasan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, dengan fokus utama pada dampak sosial dari pengintegrasian Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), Rabu (30/7).

Langkah ini bertujuan memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) dan jamsos PBI Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) benar-benar tepat sasaran melalui sistem pendataan penduduk miskin yang transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kita ingin pastikan bahwa tidak ada warga miskin yang tertinggal karena tidak terdata, dan tidak ada bantuan yang salah sasaran,” ujar Ahmad Syauqi yang juga Anggota Komite III.

DTSEN dirancang sebagai sistem data tunggal untuk mencatat kondisi sosial dan ekonomi seluruh masyarakat Indonesia. Dengan penggunaan data ini, pemerintah berharap bisa memperbaiki persoalan lama seperti data ganda, penerima bantuan yang tidak layak, atau warga rentan yang terabaikan.

Diskusi juga menyoroti tantangan di lapangan terutama dalam melakukan antisipasi di fase transisi, yaitu perpindahan pola pengumpulan dan distribusi dari basis data yang lama ke dalam Basis Data Tunggal. Tantangan yang dihadapi seperti keakuratan data, kesiapan infrastruktur digital di daerah, dan pentingnya pelatihan petugas pendataan. Salah satu kendala teknis dalam proses transisi ini diungkapkan oleh perwakilan Dinas Kabupaten Bantul.
”Tantangan utama terletak pada perbedaan format data yang digunakan antara DTKS dan DTSEN, sehingga dibutuhkan proses pemahaman baru dari staf teknis,” ungkap Tri Galih, Kabid Pemberdayaan Sosial Kabupaten Bantul.

Syauqi menegaskan melalui kegiatan ini, diharapkan muncul rekomendasi yang mampu memperkuat sistem penyaluran bansos dan JKN agar lebih efisien, transparan, dan inklusif. Harapan utamanya adalah menciptakan sistem kesejahteraan yang tidak hanya administratif, tapi juga berkeadilan sosial.

Dalam rapat kerja tersebut, hadir Dinas Sosial DIY serta Kabupaten/Kota, BPJS Kesehatan Cabang DIY, serta Badan Pusat Statistik DIY. *

Berita Terkait

Seorang Siswa SD Alami Memar dan Trauma, Akibat di Bully Teman Sekelasnya
Pererat Sinergi, Kapolres Kendal Temui PTPN IX Merbuh dan Dewan Buruh
Syawalan 1447 H, DWP Brebes Gelar Halal Bihalal Meriah dengan Bazar UMKM di Pendopo
Mewakili Bupati, Ineke Sampaikan PMI Mitra Strategis Penanganan Masalah Sosial dan Kebencanaan
Irigasi Lumpuh 3 Tahun, Warga dan Pemkab Pasang 60 “Dekem” Selamatkan 480 Hektare Sawah di Merawu.
Lonjakan Penerima Bansos Pangan di Banjarnegara Tembus 73,93 Persen di 2026
Ribuan Massa Gabungan Santri – Ormas Keagamaan di Brebes Geruduk Warung Penjual Obat Golongan G
Disperindagkop UKM Banjarnegara Perkuat UMKM Lewat Pelatihan Digital Marketing Berbasis AI
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 20:23 WIB

Seorang Siswa SD Alami Memar dan Trauma, Akibat di Bully Teman Sekelasnya

Kamis, 16 April 2026 - 19:58 WIB

Pererat Sinergi, Kapolres Kendal Temui PTPN IX Merbuh dan Dewan Buruh

Kamis, 16 April 2026 - 19:33 WIB

Syawalan 1447 H, DWP Brebes Gelar Halal Bihalal Meriah dengan Bazar UMKM di Pendopo

Kamis, 16 April 2026 - 19:31 WIB

Mewakili Bupati, Ineke Sampaikan PMI Mitra Strategis Penanganan Masalah Sosial dan Kebencanaan

Kamis, 16 April 2026 - 11:22 WIB

Irigasi Lumpuh 3 Tahun, Warga dan Pemkab Pasang 60 “Dekem” Selamatkan 480 Hektare Sawah di Merawu.

Berita Terbaru