Semarang, Beritafakta.id – Dalam upaya memperkuat peran kehumasan sebagai garda terdepan komunikasi publik, Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Jawa Tengah mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pemantauan Komunikasi Publik Menuju Polri Presisi, yang diselenggarakan oleh Divisi Humas Polri pada Rabu (8/10/2025) di ruang video conference lantai 7 Mapolda Jateng.
Dengan mengusung tema “Memperkuat Posisi Humas Polri dalam Mendukung Kebijakan Pemerintah untuk Terwujudnya Kamtibmas yang Kondusif”, kegiatan ini diikuti oleh perwakilan seluruh satuan kerja (Satker) di lingkungan Polda Jateng serta jajaran Humas Polres yang bergabung secara daring dari berbagai wilayah.
FGD menghadirkan narasumber tingkat nasional, antara lain Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., Pengamat Politik sekaligus Kepala Staf Kepresidenan Dr. Mohammad Qodari, S.Psi., M.A., dan aktivis serta politikus nasional Syahganda Nainggolan.
Ketiganya membahas pentingnya membangun pola komunikasi publik yang kolaboratif, kredibel, dan adaptif dalam menyampaikan kebijakan pemerintah serta program prioritas Polri kepada masyarakat.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menilai bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi internal dan eksternal dalam bidang komunikasi publik.
“Peran Humas saat ini bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui komunikasi yang terbuka, transparan, dan humanis,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa seluruh jajaran Polda Jateng siap beradaptasi dengan dinamika komunikasi era digital, di mana kecepatan informasi harus diimbangi dengan akurasi dan tanggung jawab dalam penyampaian berita.
“Kami mendukung sepenuhnya kebijakan Divhumas Polri dalam membangun sistem komunikasi publik yang presisi, cepat, dan mampu menjawab tantangan informasi di era modern,” tegas Kombes Artanto.
Partisipasi aktif seluruh Satker dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen kuat Polda Jawa Tengah untuk memperkuat peran Humas Polri dalam menjaga stabilitas kamtibmas serta memperkuat citra institusi Polri yang profesional dan terpercaya.
“Dengan komunikasi publik yang efektif dan humanis, pesan-pesan kebijakan pemerintah dapat diterima masyarakat secara positif. Pada akhirnya, hal ini akan memperkuat kondusifitas kamtibmas di wilayah Jawa Tengah,” pungkasnya.






