Dari Panas Bumi ke Hidrogen Hijau: Indonesia Mulai Babak Baru Energi Bersih

Selasa, 9 September 2025 - 22:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

beritafakta.id – Ulubelu, Lampung, menjadi saksi lahirnya sejarah baru transisi energi Indonesia. Dari uap panas bumi yang selama ini mengaliri listrik, kini Indonesia melangkah lebih jauh dengan memanfaatkan sumber daya alam tersebut untuk memproduksi energi masa depan, yaitu hidrogen hijau.

Momentum ini ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dilakukan oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot, bersama Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM Todotua Pasaribu, serta jajaran direksi PT Pertamina (Persero) dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk pada Selasa, (9/9).

Yuliot menegaskan bahwa pemanfaatan panas bumi sebagai energi primer untuk memproduksi hidrogen hijau adalah langkah strategis yang menempatkan Indonesia selangkah lebih dekat dengan tujuan ketahanan energi nasional.

“Green Hydrogen diyakini akan menjadi game changer dalam transisi energi global karena sifatnya yang fleksibel dan dapat menjadi komoditas ekspor di masa depan,” ujarnya.

Lebih dari sekadar infrastruktur, proyek di Ulubelu ini dirancang sebagai laboratorium energi bersih sehingga operasi dari empat unit PLTP di Ulubelu–kapasitas total 220 MW–tidak menambah emisi karbon. Sebuah tempat di mana teknologi diuji, pengalaman diraih, dan pembelajaran diperoleh untuk kemudian direplikasi di berbagai wilayah Indonesia.

Tak hanya itu, kegiatan operasional telah mengikuti operasi standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) Pertamina Group dan diawasi ketat sesuai regulasi pemerintah, sehingga fasilitas ini diposisikan aman dan ramah lingkungan.

“Saya yakin, pengalaman dan pembelajaran dari proyek ini akan menjadi best practice dan referensi untuk direplikasikan di wilayah lain,” tutur Yuliot.

Proyek pilot hidrogen hijau di Ulubelu bertujuan sebagai tempat uji kelayakan komersial. Mulai dari biaya, efisiensi teknologi, hingga model bisnis. Meskipun biayanya kini lebih tinggi ketimbang hidrogen fosil (grey hidrogen), upaya peningkatan skala dan kebijakan diharapkan menurunkan biaya hidrogen hijau agar lebih kompetitif.

Pemilihan Ulubelu bukan tanpa alasan. Infrastruktur panas bumi yang sudah mapan, pasokan listrik bersih yang stabil, ketersediaan cooling tower untuk kondensat, serta posisi yang dekat dengan jalur distribusi Sumatera-Jawa membuat lokasi ini cocok untuk menguji integrasi hidrogen ke jaringan energi dan pasar industri.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri melihat langkah ini sebagai tonggak sejarah bukan hanya bagi perusahaan, tapi juga untuk bangsa. “Dari Ulubelu, kita menunjukkan kepada dunia bahwa transisi energi bisa diwujudkan dengan mengandalkan kekuatan energi bersih dari tanah air sendiri,” ujar Simon.

Di sisi lain, dibalik jargon teknologi dan angka investasi, Ulubelu menyimpan makna yang lebih sederhana: gotong royong. Proyek ini dirancang memupuk harapan masyarakat yang tinggal di sekitar lereng-lereng bukit. “Saya berharap semua pihak bekerja dengan dedikasi dan semangat kebersamaan. Green Hydrogen Plant ini harus menjadi simbol kemajuan bangsa,” pesan Yuliot.

Harapan pemerintah, Ulubelu tidak lagi hanya dikenal sebagai penghasil listrik dari panas bumi, melainkan juga sebagai pionir energi hijau Indonesia. Dari perut bumi, lahir energi masa depan yang diharapkan mampu memperkuat arah transformasi portofolio energi bersih nasional.

Berita Terkait

Ratusan Warga Banjarnegara Padati Bazar Pakaian Murah Rp15 Ribu di Pasar Murah Idulfitri.
Berkah Ramadan, UMKM Pertamina Raup Omzet Berlipat
Proyek Elektrifikasi Kereta Malaysia Rampung Lebih Cepat, PLN Group Makin Diakui Global
FID Lapangan Duyung Disetujui, PLN EPI Amankan Pasokan Gas 111 MMSCFD
PLN NP dan Geo Dipa Energy Kerja Sama Retrofit PLTP Dieng 1
Pemkot Tegal Kuatkan Ketahanan Ekonomi Keluarga Lewat SICANTIKS 2026, Sinergi OJK dan TP PKK
Epson: Teknologi Dye-Sublimation Bikin Bisnis Cetak Tumbuh 8 Kali Lipat
Raih Dua Penghargaan, PLN Icon Plus Lanjutkan Rekam Jejak Prestasi Tingkat Asia
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:29 WIB

Ratusan Warga Banjarnegara Padati Bazar Pakaian Murah Rp15 Ribu di Pasar Murah Idulfitri.

Sabtu, 7 Maret 2026 - 11:47 WIB

Berkah Ramadan, UMKM Pertamina Raup Omzet Berlipat

Sabtu, 7 Maret 2026 - 11:42 WIB

Proyek Elektrifikasi Kereta Malaysia Rampung Lebih Cepat, PLN Group Makin Diakui Global

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:26 WIB

FID Lapangan Duyung Disetujui, PLN EPI Amankan Pasokan Gas 111 MMSCFD

Kamis, 5 Maret 2026 - 05:30 WIB

PLN NP dan Geo Dipa Energy Kerja Sama Retrofit PLTP Dieng 1

Berita Terbaru