beritafakta.id — Kementerian Pekerjaan Umum memulai pembangunan delapan sabo dam di kawasan Gunung Marapi, tepatnya di Nagari Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Selasa (3/3/2026).
Groundbreaking ini menjadi bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascaerupsi serta banjir lahar 2024, sekaligus memperkuat sistem mitigasi bencana di wilayah tersebut.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, pembangunan sabo dam merupakan tanggung jawab negara dalam melindungi masyarakat dari ancaman lahar dan sedimen.
“Bencana tidak bisa dipandang sebagai pekerjaan sektoral. Ini bagian dari strategi ketahanan nasional yang menyentuh langsung kehidupan rakyat,” tegas Dody.
Secara keseluruhan, pemerintah merencanakan pembangunan 56 sabo dam di 24 sungai kawasan Marapi secara bertahap. Untuk tahap pertama 2025–2027, dibangun delapan sabo dam dan satu river training works di Kabupaten Tanah Datar dan Agam.
Delapan sabo dam awal ini memiliki kapasitas tampung sedimen sekitar 440 ribu meter kubik dan ditargetkan rampung akhir 2027. Salah satunya berada di Sungai Batang Malana dengan lebar 48,4 meter dan tinggi 8 meter.
Proyek ini diharapkan melindungi lahan pertanian seluas 9,56 hektare, permukiman sekitar 37.200 jiwa, serta menjaga jalan nasional sepanjang 2,1 kilometer tetap berfungsi saat terjadi lahar.
Ke depan, Kementerian PU juga menyiapkan pembangunan lanjutan 10 sabo dam dan 22 check dam pada 2026–2029 di Tanah Datar, Agam, Padang Pariaman, dan Kota Padang, dengan prinsip build back better—lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan.












