Dari Santri hingga Doktor Belfast, Deni Iskandar Kini Nahkodai KUI UMT

Minggu, 10 Mei 2026 - 07:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berita Fakta– Jalan menuju panggung internasional jarang dimulai dari ruang rapat yang mewah. Jalan itu sering tumbuh dari ruang kelas sederhana, lorong pesantren, dan mimpi yang diam-diam menyala di kepala seorang santri.

Kisah itu kini melekat pada Deni Iskandar, S.S., M.Pd., Ph.D., sosok yang kini memimpin Pengembangan Bahasa di Kantor Kerja Sama dan Urusan Internasional (KUI) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT).

Universitas Muhammadiyah Tangerang melantik Deni Iskandar sebagai Kepala Bagian (Kabag) Pengembangan Bahasa dalam penguatan struktur organisasi KUI untuk periode 2026–2030.

Lewat keputusan ini, UMT tidak sekadar mengisi kursi jabatan. Kampus ini sedang memasang mesin baru agar kapalnya melaju lebih cepat menuju samudra global.

Deni membawa kisah yang sulit diabaikan. Ia merupakan alumni Pondok Pesantren Babus Salam Islamic Education Centre, Kota Tangerang.

Dari lingkungan yang akrab dengan kitab dan disiplin, ia melanjutkan langkah akademiknya hingga meraih gelar doktor di The Queen’s University of Belfast, Irlandia Utara.

Perjalanan itu menunjukkan satu hal sederhana: mimpi tidak pernah bertanya dari mana seseorang berangkat. Dari pesantren, desa, atau gang sempit, cita-cita tetap bisa terbang tinggi selama pemiliknya terus mengepakkan sayap.

Selama lima tahun di Belfast, Deni mendalami linguistik. Ia juga menyerap budaya kerja yang efisien, tertib, dan sehat. Di sana, jabatan tidak berdiri di menara gading. Aturan memegang kendali, dan setiap orang berhak berbicara ketika sesuatu keluar dari rel.

Sekembalinya ke Indonesia, Deni membawa gagasan yang segar. Ia ingin membangun budaya kerja profesional yang menjunjung disiplin, keseimbangan hidup, dan kesetaraan.

Baginya, institusi yang sehat bukan institusi yang paling banyak aturan, melainkan institusi yang membuat semua orang bergerak dalam irama yang sama.

Deni juga melihat tantangan besar dalam dunia pendidikan. Menurutnya, banyak mahasiswa masih memandang bahasa asing seperti pajangan etalase: menarik untuk dilihat, tetapi jarang disentuh. Padahal, kemampuan berbahasa dapat membuka pintu beasiswa, karier, dan jejaring global.

Untuk mengubah pola pikir itu, Deni memperkenalkan konsep learner autonomy atau kemandirian belajar. Ia mendorong mahasiswa menetapkan target yang jelas dan mengendalikan proses belajar mereka sendiri.

Dalam model ini, dosen berperan sebagai navigator yang membantu membaca peta, bukan satu-satunya sumber pengetahuan.

Selain itu, Deni mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, platform seperti ChatGPT dapat menjadi partner belajar yang siap siaga selama 24 jam. Ketika teman sudah tertidur dan dosen sedang rapat, AI tetap setia mengoreksi grammar tanpa mengeluh.

Pendekatan ini menjawab kebutuhan zaman. Mahasiswa tidak bisa terus menunggu materi disuapi. Mereka harus memancing pengetahuan sendiri di lautan digital yang luas.

Ke depan, Deni melihat peluang besar untuk membangun kerja sama antara UMT dan berbagai universitas di Irlandia Utara. Kolaborasi itu dapat membuka peluang pertukaran akademik, riset bersama, dan pengalaman internasional yang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen.

Melalui kombinasi pengalaman global, teknologi AI, dan semangat profesionalisme, KUI UMT menatap masa depan dengan percaya diri.

UMT ingin melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga fasih menyapa dunia dengan bahasa yang elegan dan penuh keyakinan.

Di era global, ijazah memang penting. Namun, kemampuan berbahasa menjadi tiket yang membawa seseorang duduk di meja percakapan dunia, bukan sekadar berdiri di depan pintu sambil mengetuk pelan.

Berita Terkait

Warga BulaKelor Merasa Senang, Bisa Berobat Gratis Melalui DPC PDIP Brebes
Kunjungan Menteri PKP Kabar Baik Untuk Brebes, Kuota Rumah Subsidi Jateng Diusulkan Jadi 50 Ribu Unit
Rumah Reyot Berdinding Bambu Milik Warningsih Segera Disulap Jadi Hunian Layak
Perkuat Kerjasama Internasional, Polres Brebes Terima Kunjungan Delegasi JICA
Menteri Rini Terima Penghargaan Sekar Agni Negeri 2026
Kementerian PU Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II
Rutan Kelas IIA Batam Teguhkan Komitmen Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan
Kemenag Pati Cabut Izin Ponpes Milik Tersangka Pemerkosa Santriwati, Ditutup Permanen
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:50 WIB

Warga BulaKelor Merasa Senang, Bisa Berobat Gratis Melalui DPC PDIP Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 - 08:13 WIB

Kunjungan Menteri PKP Kabar Baik Untuk Brebes, Kuota Rumah Subsidi Jateng Diusulkan Jadi 50 Ribu Unit

Minggu, 10 Mei 2026 - 07:15 WIB

Dari Santri hingga Doktor Belfast, Deni Iskandar Kini Nahkodai KUI UMT

Minggu, 10 Mei 2026 - 06:44 WIB

Rumah Reyot Berdinding Bambu Milik Warningsih Segera Disulap Jadi Hunian Layak

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:51 WIB

Menteri Rini Terima Penghargaan Sekar Agni Negeri 2026

Berita Terbaru