x

Zona 2 Dieng Dibidik Jadi Mesin Ekonomi Baru Pariwisata Banjarnegara

waktu baca 3 menit
Kamis, 10 Sep 2026 05:38 32 redaksi

Banjarnegara, BeritaFakta.id— Pemerintah Kabupaten Banjarnegara mulai mengubah arah pengembangan pariwisata Zona 2 Dieng. Kawasan yang selama ini belum menjadi tujuan utama wisatawan tersebut disiapkan bukan hanya sebagai alternatif untuk mengurai kepadatan Zona 1, tetapi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis pariwisata masyarakat**.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Banjarnegara, Tursiman, S.Sos., mengatakan tingkat kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi di Zona 2 masih sangat rendah. Bahkan, kontribusinya disebut belum mencapai satu persen dari total kunjungan wisatawan ke kawasan Dieng.

Padahal, kawasan tersebut memiliki sejumlah potensi wisata alam yang cukup kuat, di antaranya Telaga Merdada, Telaga Dringo, Sumur Jalatunda, Kawah Candradimuka, dan Telaga Sewiwi.

[bacajuga berdasarkan="category" mulaipos="1" judul="Baca Juga:"]

“Disparbud telah menyiapkan konsep perencanaan pengembangan untuk destinasi di Zona 2,” kata Tursiman.

Menurutnya, pengembangan akan dilakukan secara bertahap, mulai dari penyusunan master plan, pembenahan destinasi, peningkatan daya tarik wisata, hingga penguatan kelembagaan masyarakat.

Langkah awal mulai dilakukan melalui pembersihan dan penataan kawasan Telaga Merdada serta pembenahan Telaga Sewiwi. Pemerintah daerah juga mulai mendorong keterlibatan masyarakat agar pengembangan destinasi tidak berhenti pada pembangunan fisik.

[bacajuga berdasarkan="category" mulaipos="2" judul="Baca Juga:"]

Penguatan kapasitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi bagian penting dalam strategi tersebut. Keduanya diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus mitra pemerintah dalam mengelola destinasi.

“Kami juga melakukan penguatan kapasitas masyarakat, termasuk membina Pokdarwis dan BUMDes sebagai mitra utama,” ujarnya.

Dengan pola tersebut, pengembangan Zona 2 diharapkan menciptakan rantai ekonomi yang lebih panjang. Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat objek wisata, kemudian pergi, tetapi didorong tinggal lebih lama dan membelanjakan uangnya pada berbagai produk serta jasa yang dikelola masyarakat.

Peluang usaha yang dapat berkembang antara lain kuliner lokal, UMKM, jasa pemandu wisata, transportasi, paket wisata, hingga penginapan berbasis masyarakat.

Konsep homestay berbasis konservasi juga menjadi bagian dari rencana pengembangan. Pemerintah daerah tidak ingin pertumbuhan akomodasi justru memicu alih fungsi lahan pertanian secara masif. Karena itu, rumah warga dapat dikembangkan sebagai tempat menginap sekaligus menjadi sumber tambahan pendapatan masyarakat.

Model tersebut juga diarahkan untuk memperkuat konsep wisata berbasis pengalaman. Wisatawan tidak sekadar menikmati panorama, tetapi berinteraksi dengan kehidupan masyarakat, mengenal budaya lokal, menikmati kuliner, hingga membeli produk UMKM.

Di sisi lain, pemerintah membuka peluang kemitraan dan investasi, terutama untuk melengkapi fasilitas penunjang wisata di kawasan Telaga Sewiwi. Namun, investasi tetap akan diarahkan dengan mempertimbangkan daya dukung lingkungan, keselamatan wisatawan, serta potensi kebencanaan.

Pendekatan konservasi menjadi perhatian karena pengembangan kawasan Dieng memiliki keterkaitan erat dengan kelestarian lingkungan. Pengembangan wisata tidak boleh mengorbankan fungsi ekologis kawasan yang menjadi penyangga kehidupan masyarakat.

Dengan strategi tersebut, Zona 2 Dieng ditargetkan tidak lagi sekadar menjadi kawasan pelengkap atau jalur alternatif wisatawan. Kawasan ini diarahkan menjadi ekosistem ekonomi baru, dengan masyarakat sebagai pelaku utama.

Wisatawan diharapkan datang, tinggal lebih lama, menggunakan jasa lokal, membeli produk UMKM, serta membuka ruang tumbuh bagi usaha masyarakat.

“Harapannya bukan hanya mengurai kepadatan di Zona 1, tetapi bagaimana ekonomi masyarakat di Zona 2 ikut tumbuh,” pungkasnya. (Bas).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x