x

Menkop RI Dorong Koperasi Kembali Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Nasional

waktu baca 4 menit
Senin, 14 Sep 2026 07:43 36 redaksi

BANJARNEGARA, BeritaFakta.id— Menteri Koperasi (Menkop) RI Dr. Ferry Joko Juliantono, S.E., Ak., M.Si., mendorong koperasi kembali memainkan peran strategis sebagai salah satu mesin penggerak perekonomian nasional. Koperasi dinilai tidak semestinya hanya bergerak pada sektor simpan pinjam, tetapi harus kembali diperkuat di sektor produksi, distribusi, industri hingga keuangan.

Pesan tersebut disampaikan Ferry saat melakukan kunjungan kerja ke sejumlah wilayah di Kabupaten Banjarnegara, Minggu (13/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Menkop menghadiri kajian koperasi dan pertemuan dengan kader Syariat Islam (SI) di SMAN 1 Wanadadi, kemudian melanjutkan agenda ke Kecamatan Susukan, termasuk Griya Sehat, Koperasi Gula Kelapa Nira Kamukten Desa Gumelem Kulon, serta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Panarusan Kulon.

Menkop didampingi Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Banjarnegara.

[bacajuga berdasarkan="category" mulaipos="1" judul="Baca Juga:"]

Dalam pemaparannya, Ferry menegaskan koperasi sejak awal ditempatkan para pendiri Republik, termasuk Bung Hatta, sebagai soko guru perekonomian nasional.

“Koperasi merupakan usaha besar di sektor produksi, distribusi, industri dan keuangan. Koperasi oleh para pendiri Republik ini, khususnya Bung Hatta, dijadikan sebagai soko guru perekonomian nasional,” katanya.

Menurut Ferry, koperasi pada dasarnya dirancang menjadi arus utama perekonomian bersama badan usaha swasta dan badan usaha milik negara (BUMN). Namun, perubahan kebijakan ekonomi selama beberapa dekade membuat posisi koperasi semakin melemah.

[bacajuga berdasarkan="category" mulaipos="2" judul="Baca Juga:"]

Ia menyinggung periode setelah krisis 1998 ketika kebijakan ekonomi Indonesia semakin memberi ruang besar kepada mekanisme pasar. Kondisi tersebut, menurutnya, turut menyebabkan pelaku usaha swasta berkembang semakin dominan, sementara koperasi kehilangan banyak peran strategisnya.

Ferry mencontohkan kondisi koperasi pada masa lalu yang tidak hanya berkutat pada simpan pinjam. KUD memiliki gudang di berbagai kecamatan untuk menyimpan sarana produksi pertanian sekaligus menyerap hasil produksi masyarakat.

“KUD dulu memiliki gudang-gudang lantai kering di setiap kecamatan. Selain menyimpan pupuk, benih dan pestisida, gudang itu menjadi tempat menyerap produk masyarakat di kecamatan maupun desa,” ujarnya.

Koperasi juga pernah memiliki peran dalam industri dan sektor keuangan. Bahkan, menurut Ferry, koperasi pernah memiliki lembaga perbankan yang secara khusus menopang kegiatan koperasi.

Namun, perubahan struktur ekonomi membuat banyak koperasi kehilangan kegiatan produktifnya. Ia mencontohkan koperasi sapi perah yang sebelumnya memiliki keterkaitan kuat dengan industri pengolahan susu. Ketika produk impor semakin masuk, rantai usaha tersebut ikut tergerus.

“KUD gudangnya kosong, hanya untuk bermain badminton dan tidak berfungsi sebagaimana dulu. Akhirnya kegiatan koperasi lebih banyak, dengan segala hormat, pada simpan pinjam,” katanya.

Meski demikian, Ferry memberikan apresiasi kepada koperasi yang mampu bertahan hingga saat ini. Menurutnya, keberadaan koperasi yang tetap berjalan menunjukkan adanya komitmen untuk mempertahankan model ekonomi berbasis kebersamaan dan kekeluargaan.

“Kita harus menghormati mereka karena mereka mempertahankan keberadaan koperasi. Mereka tahu bahwa koperasi adalah yang diinginkan para pendiri Republik,” tuturnya.

Ia menilai nilai kebersamaan, kekeluargaan dan gotong royong yang menjadi fondasi koperasi semakin penting di tengah perubahan pola ekonomi masyarakat. Menurutnya, nilai tersebut tidak boleh tergeser oleh individualisme, keinginan menang sendiri dan keserakahan.

Karena itu, pemerintah kini mendorong perubahan kebijakan agar koperasi kembali berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang produktif dan memiliki skala usaha lebih besar.

Ferry mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan mandat kepada Kementerian Koperasi untuk bergerak cepat mengembalikan kekuatan koperasi.

“Bapak Presiden Prabowo Subianto memberikan amanah kepada kami di Kementerian Koperasi untuk gerak cepat, agar usaha koperasi bisa besar lagi. Bersama usaha swasta dan BUMN, koperasi diharapkan menjadi mesin penggerak perekonomian nasional,” katanya.

Menurut dia, pemerintah kemudian mempercepat pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Kebijakan tersebut diperkuat melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Langkah itu menjadi bagian dari upaya mengembalikan koperasi ke sektor riil sehingga mampu menghubungkan produksi masyarakat, distribusi, industri dan pembiayaan dalam satu ekosistem ekonomi yang lebih kuat.

Kunjungan Menkop ke Banjarnegara sekaligus menjadi momentum untuk melihat langsung potensi koperasi berbasis komoditas lokal, termasuk gula kelapa dan pengembangan KDMP di tingkat desa. (Bas)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x