x

Ribuan Warga Tumpah Ruah di Lapangan Desa Lengkong, Karnaval HUT ke-81 RI Jadi Puncak Kemeriahan

waktu baca 4 menit
Senin, 24 Agu 2026 08:54 29 redaksi

BANJARNEGARA, BeritaFakta.id — Ribuan warga Desa Lengkong, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, tumpah ruah memenuhi lapangan desa, Minggu (23/8/2026). Mereka larut dalam kemeriahan karnaval sebagai puncak rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kemeriahan semakin terasa ketika puluhan kontingen dari berbagai wilayah di Desa Lengkong menampilkan beragam kreativitas. Warga dengan antusias mengikuti karnaval yang berkeliling wilayah desa, sekaligus menunjukkan semangat kebersamaan masyarakat di sentra perikanan air tawar tersebut.

Ketua Panitia Pelaksanaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI Desa Lengkong, Eko, mengatakan karnaval menjadi salah satu tolok ukur kemeriahan rangkaian peringatan kemerdekaan di desanya.

Menurutnya, antusiasme masyarakat tahun ini terlihat meningkat dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya. Hal itu salah satunya ditandai dengan bertambahnya jumlah kontingen yang mengikuti karnaval.

“Kalau saya, tolok ukur puncak acara adalah karnaval. Dibandingkan tahun sebelumnya, tahun ini lebih antusias pesertanya. Bisa dilihat dari penuhnya lapangan dan jumlah kontingen,” ujar Eko saat ditemui di Lapangan Desa Lengkong.

Ia menjelaskan, jika pada tahun sebelumnya kontingen lebih banyak dibentuk berdasarkan dusun, tahun ini keterlibatan masyarakat semakin luas. Bahkan, satu RT dapat membentuk satu kontingen tersendiri.

“Kalau tahun sebelumnya lebih ke arah kontingen antardusun, sekarang satu RT pun menjadi satu kontingen. Ada juga beberapa RT yang bergabung. Ini menunjukkan masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan,” katanya.

Mengusung tema “Lengkong Berdaya”, rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI tersebut tidak sekadar menjadi ajang hiburan masyarakat. Tema itu, kata Eko, membawa pesan tentang pentingnya kebersamaan sebagai kekuatan untuk mendorong kemajuan desa.

“Tema HUT RI kali ini Lengkong Berdaya. Dengan adanya kebersamaan, kita punya daya yang kuat untuk maju. Itu tujuan dari tema tersebut,” ujarnya.

Didukung Pemerintah Desa dan Swadaya Warga.
Eko menyebut seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana berkat dukungan berbagai pihak. Sumber pembiayaan berasal dari Pemerintah Desa Lengkong, sponsor, serta partisipasi masyarakat.

Khusus dari masyarakat, dukungan diberikan melalui kontribusi masing-masing RT yang menjadi bagian dari pembiayaan kegiatan.

“Kalau terkait biaya, ada beberapa sumber. Pertama dari Pemerintah Desa, kemudian sponsor, dan yang ketiga partisipasi masyarakat. Untuk masyarakat, kontribusinya melalui masing-masing RT,” jelasnya.

Ia memperkirakan total kebutuhan anggaran seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI di Desa Lengkong mencapai sekitar **Rp30 juta**. Jumlah tersebut masih dapat berubah karena proses penghitungan akhir kegiatan belum sepenuhnya rampung.

Di balik kemeriahan tersebut, Eko berharap peringatan HUT Kemerdekaan RI mampu memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.

“Harapan saya, kegiatan ini bisa meningkatkan kreativitas, baik anak-anak usia sekolah maupun masyarakat dewasa. Ternyata dengan adanya kegiatan seperti ini, rasa guyub dan kebersamaan semakin kuat,” katanya.

Menurutnya, kebersamaan itulah yang menjadi kekuatan utama masyarakat. Bahkan, rasa lelah selama mengikuti rangkaian kegiatan seolah tidak terasa karena dilakukan bersama-sama.

“Mereka menunggu lelahnya saja sampai tidak terasa karena kebersamaannya. Itu yang saya harapkan dari kegiatan ini,” ujarnya.

Kemerdekaan Harus Jadi Gerbang Kemajuan Desa.
Sementara itu, Kepala Desa Lengkong, Mahadi, mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Ia menyebut antusiasme warga menjadi gambaran bahwa semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap desa masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.

Mahadi juga mengajak seluruh warga untuk tidak melupakan jasa para pejuang yang telah mengantarkan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan.

“Warga Desa Lengkong adalah tumpah darah kami. Kami akan selalu bangga dengan karya-karya yang ada di desa kami. Saya selaku kepala desa berpesan, jangan lupakan pejuang-pejuang pendahulu kita,” tuturnya.

Ia menegaskan, momentum kemerdekaan harus dimaknai lebih dari sekadar perayaan tahunan. Kemerdekaan harus menjadi semangat untuk membangun kehidupan masyarakat yang semakin maju dan sejahtera.

“Kita maknai Kemerdekaan RI sebagai gerbang menuju kemajuan bangsa ini, kemajuan dalam segala hal, termasuk untuk Desa Lengkong yang kami cintai ini,”* pungkas Mahadi.

Karnaval HUT ke-81 RI di Desa Lengkong pun menjadi gambaran kuat bagaimana momentum kemerdekaan mampu menyatukan masyarakat. Dari anak-anak hingga orang dewasa, warga mengambil bagian dalam perayaan yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga meneguhkan semangat “Lengkong Berdaya” melalui kreativitas, gotong royong, dan kebersamaan. (Bas)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x