x

PISEW 2026 Dorong Pemberdayaan Warga Lokal, Ruas Merden–Kali Tengah Mulai Dibangun

waktu baca 4 menit
Minggu, 20 Sep 2026 14:49 50 redaksi

Banjarnegara, beritafakta.id – Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) Tahun Anggaran 2026 mulai direalisasikan pada ruas jalan yang menghubungkan Desa Merden dengan Desa Kali Tengah, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara.

Pembangunan infrastruktur tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan aksesibilitas antarwilayah, tetapi juga menempatkan **pemberdayaan masyarakat lokal sebagai bagian penting dalam pelaksanaannya**.

Ruas jalan ini menjadi akses penting bagi warga Dusun Penisihan, Desa Merden, menuju wilayah Desa Kali Tengah. Masyarakat setempat menyambut pembangunan tersebut karena akses jalan selama ini telah lama mengalami keterbatasan dan belum mendapatkan penanganan secara menyeluruh.

[bacajuga berdasarkan="category" mulaipos="1" judul="Baca Juga:"]

Suripto, tokoh masyarakat Desa Merden sekaligus Ketua Kelompok Kerja Antar Desa (KKAD), mengatakan pelaksanaan PISEW memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam pembangunan sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari program tersebut.

“Paling tidak pemberdayaan masyarakat. Selain itu, banyak kendala yang kami hadapi di wilayah Dusun Penisihan ini, seperti air yang cukup sulit saat kemarau tiba, seperti kemarau tahun-tahun sebelumnya. Kondisi tersebut sangat berpengaruh terhadap pekerjaan proyek karena air harus disuplai atau dibeli. Selain itu, material galian C, khususnya pasir kali, saat ini juga cukup sulit,” kata Suripto, Sabtu (19/9/2026).

Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap pembangunan ruas jalan tersebut cukup tinggi. Bahkan sebelum pembangunan dimulai, warga secara swadaya telah bergotong royong, baik laki-laki maupun perempuan.

[bacajuga berdasarkan="category" mulaipos="2" judul="Baca Juga:"]

“Antusiasme masyarakat sangat bagus dengan adanya pembangunan ruas jalan ini. Sebagai contoh, sebelum pembangunan, warga kami bersama-sama secara swadaya, baik perempuan maupun laki-laki, saling berpartisipasi, baik tenaga maupun yang lainnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembangunan ruas jalan dimulai dari titik nol di sekitar SMP Negeri 4 Purwanegara yang berada di wilayah Dusun Sugeng, Desa Kali Tengah. Di lokasi tersebut, pembangunan juga mencakup pekerjaan talud sepanjang sekitar 52 meter.

Sebagai KKAD, Suripto mengaku menyambut baik program tersebut karena manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara langsung.

“Sebagai KKAD secara kelembagaan, saya merasa bangga masyarakat di sini dapat menerima manfaat dari PISEW ini,” katanya.

Untuk wilayah Desa Merden, pemberdayaan masyarakat melibatkan warga dari RT 1, RT 4, RT 6, RT 7, dan paling banyak berasal dari RT 8.

Suripto berharap pembangunan jalan tersebut mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus memberikan dampak terhadap sektor pendidikan, ekonomi, dan sosial.

“Harapan kami sebagai masyarakat, dengan adanya pembangunan ruas jalan ini nantinya bisa mempermudah akses mobilitas warga, baik dari segi pendidikan, ekonomi, maupun sosial, sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” tuturnya.

Akses Pendidikan dan Ekonomi.
Sementara itu, Imam Setiadi, Kepala Dusun Wilayah 4 yang mewakili Pemerintah Desa Merden, mengatakan pembangunan ruas jalan tersebut berawal dari kebutuhan masyarakat terhadap akses yang lebih baik.

Menurutnya, posisi wilayah Penisihan yang berada di ujung Desa Merden membuat keberadaan jalan tersebut menjadi sangat penting. Selain menjadi akses warga, ruas tersebut digunakan anak-anak untuk menuju sekolah serta masyarakat untuk mengangkut hasil bumi.

“Proses kegiatan PISEW ini diawali dari kebutuhan masyarakat untuk memiliki akses jalan yang lebih baik karena letaknya di ujung Desa Merden. Namun, jalan ini menjadi akses yang penting, khususnya untuk pendidikan. Anak-anak menuju sekolah selama ini harus melewati jalan yang cukup terjal dan rusak,” jelasnya.

Jalan tersebut juga memiliki fungsi sebagai jalur alternatif yang menghubungkan Desa Merden dengan Desa Kali Tengah, terutama ketika terdapat aktivitas pembangunan atau pekerjaan di ruas jalan utama.

Anggaran PISEW 2026 terpampang sudah di Papan Info Kegiatan.(Dok.Berita Fakta.id)

Imam mengatakan pemerintah desa sebelumnya berupaya mencari sumber pendanaan untuk pembangunan jalan tersebut. Namun, keterbatasan anggaran desa menjadi salah satu kendala karena Dana Desa mengalami penyesuaian untuk berbagai kebutuhan lainnya.

“Untuk pembangunan ini memerlukan biaya yang tidak sedikit. Alhamdulillah, bisa masuk program PISEW melalui aspirasi Bapak Rofik Hananto DPR RI dari Fraksi PKS,” katanya.

Selain pembangunan jalan, Imam juga menyoroti kebutuhan penerangan jalan di wilayah Penisihan. Selama ini penerangan masih banyak mengandalkan swadaya warga dengan memasang lampu di sekitar rumah yang diarahkan ke jalan.

Namun, pola tersebut belum mampu menerangi seluruh ruas jalan, terutama bagian yang lokasinya jauh dari permukiman.

“Untuk lampu penerangan jalan di wilayah Penisihan sangat membutuhkan. Selama ini penerangan jalan dilakukan secara swadaya oleh warga melalui lampu yang ditempatkan di pinggir jalan. Mereka merespons dengan baik untuk menggunakan satu titik lampu di luar rumah dan di tepi jalan untuk menerangi jalan umum. Tetapi kalau lokasinya jauh dari rumah, mereka keberatan untuk mengusahakan penerangan secara swadaya,” ujarnya.

Ia menambahkan, ruas jalan di wilayah Penisihan terakhir kali dikerjakan sekitar tahun 2010 melalui program PNPM. Artinya, lebih dari 15 tahun kawasan tersebut belum mendapatkan penanganan pembangunan jalan yang berarti.

“Tentunya sangat memprihatinkan. Karena di satu sisi, di mana pun warga bertempat tinggal, selagi ber-KTP Merden, masih memiliki hak yang sama, termasuk mendapatkan infrastruktur yang layak seperti pembangunan jalan,” pungkasnya. (Bas)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x