UMKM Perempuan Naik Kelas, Dari Dapur ke Digital Berkat Sentuhan AI

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, beritafakta.id – Di tengah tekanan ekonomi yang naik-turun seperti ombak, semakin banyak perempuan mengambil peran penting dalam menjaga napas keuangan keluarga. Mereka tidak hanya bertahan, tapi juga bergerak membangun usaha dari rumah sambil tetap menjalankan peran sebagai ibu.

Selanjutnya, kemajuan teknologi digital membuka jalan yang dulu terasa sempit. Kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membuat pelaku UMKM perempuan bisa melangkah lebih jauh. Mereka tidak lagi bergantung pada penjualan offline, tetapi langsung menyasar pasar yang lebih luas dengan cara yang lebih efisien.

Tak berhenti di situ, perubahan ini terasa nyata dalam kisah dua pelaku UMKM perempuan: Efa Fauziah dengan Mie Aceh 769 Pijay dan Rohani Sembiring dengan Risoles Mbak Any. Keduanya memulai dari titik yang tidak mudah, tapi berhasil membalik keadaan.

Dari Krisis ke Dapur yang Ngebul Terus
Efa Fauziah memulai perjalanan usahanya dari situasi penuh tekanan. Gempa Pidie Jaya pada 2016 mengguncang hidupnya, lalu kondisi ekonomi mempersempit ruang gerak. Pada 2019, ia bersama keluarga memilih merantau ke Bogor untuk membuka lembaran baru.

Berbekal keahlian memasak, Efa langsung merintis usaha Mie Aceh dari sebuah ruko kecil bersama suaminya. Mereka mengerjakan semuanya sendiri, tanpa bantuan karyawan—ibarat dapur kecil yang memikul mimpi besar.

“Awalnya kami menjalankan usaha ini hanya berdua saja. Suami memasak dan saya membantu di depan. Semua dikerjakan sendiri tanpa karyawan. Perjalanan usaha kami tidak selalu berjalan mulus. Pada 2020, saya dan keluarga memutuskan pindah ke Jakarta untuk mencari peluang baru. Saat itu, suami kembali memulai dari awal dengan bekerja sebagai juru masak di sebuah warung Aceh di kawasan Pasar Minggu, sebelum akhirnya aktivitas usaha tersebut harus terhenti akibat kebakaran,” cerita Efa dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 31 Maret 2026.

Namun, Efa tidak berhenti. Ia bangkit dan kembali merintis usaha dari nol. Perlahan tapi pasti, usahanya tumbuh seperti api kecil yang akhirnya membesar.

Sejak masuk ke platform digital, penjualannya melonjak tajam. Dari hanya 10–15 porsi per hari, kini ia menjual hingga sekitar 150 porsi setiap hari. Bahkan, sekitar 80 persen penjualannya berasal dari pesanan online.

Kini, Mie Aceh 769 Pijay sudah memiliki dua cabang. Menu seperti Mie Aceh Daging Full dan Mie Aceh Extreme jadi andalan yang terus diburu pelanggan.

AI Jadi “Teman Diskusi” Bisnis

Bagi Efa, teknologi bukan sekadar alat, tapi partner. Ia memanfaatkan fitur AI untuk membaca arah pasar dan mengambil keputusan dengan lebih percaya diri.

“Dengan GrabMerchant AI Assistant rasanya seperti punya teman diskusi dalam menjalankan bisnis. Saya bisa bertanya menu mana yang sebaiknya dipromosikan atau kapan waktu terbaik untuk menjalankan promo,” ujarnya.

Lewat fitur berbasis AI, Efa bisa membaca tren penjualan, mengenali menu favorit, hingga menyusun strategi promosi yang lebih tepat sasaran. Ia juga aktif di Komunitas SERABI (Sekumpulan Perempuan Bisa) Grab, tempat para pelaku usaha saling berbagi pengalaman dan belajar bersama.

Bagi Efa, komunitas ini bukan sekadar wadah, tapi juga “dapur ide” yang terus menghidupkan semangatnya untuk berkembang.

Dari Dapur Kontrakan ke Cabang Kedua

Sementara itu, Rohani Sembiring atau Mbak Any memulai usaha dari titik yang tak kalah sederhana. Ia berjualan risoles dari rumah kontrakan di Jakarta saat kondisi ekonomi keluarga sedang tertekan, terutama di masa pandemi.

Awalnya, ia hanya melayani pesanan kecil lewat sistem pre-order dari tetangga sekitar. Namun, ia terus melangkah, meski hasilnya belum selalu manis.

“Kadang ada banyak risoles yang tidak habis terjual. Biasanya saya bagikan ke orang sekitar atau ke masjid,” kenangnya.

Meski begitu, ia tetap bertahan. “Hal yang membuat saya tetap bertahan itu anak-anak serta dukungan dari suami,” ujarnya.

Seiring waktu, usahanya tumbuh. Setelah sekitar enam tahun, Risoles Mbak Any kini memiliki cabang kedua dan mempekerjakan karyawan. Bahkan, anaknya ikut membantu sepulang sekolah sebuah pemandangan sederhana yang penuh makna.

Pesanan pun terus meningkat, terutama saat Ramadan yang bisa melonjak lebih dari dua kali lipat. Saat ini, sekitar 90 persen penjualannya berasal dari pesanan online.

Tak ketinggalan, Mbak Any juga mulai memanfaatkan teknologi AI untuk mengatur strategi bisnisnya.

“Sekarang saya seperti punya teman untuk berdiskusi soal bisnis. Kalau penjualan menurun, saya bisa mencari tahu strategi apa yang bisa dilakukan,” kata Mbak Any.

Teknologi Jadi Kunci UMKM Naik Kelas

Pada akhirnya, teknologi terutama AI menjadi kunci penting bagi UMKM untuk naik kelas. Pelaku usaha kini tidak lagi berjalan dengan insting semata, tapi juga dengan data yang lebih terukur.

“Teknologi merupakan salah satu kunci untuk membuka potensi tak terbatas bagi UMKM. Kami percaya bahwa dengan merangkul inovasi seperti GrabMerchant AI Assistant, pelaku usaha dapat mengeksplor data dan mengubahnya menjadi strategi nyata, membantu merchant memahami dinamika bisnis dan pengambilan keputusan dengan lebih terukur,” ujar Melinda Savitri, Country Marketing & Communications Head Grab Indonesia.

Kini, dapur bukan lagi sekadar tempat memasak. Di tangan para perempuan tangguh ini, dapur berubah jadi pusat komando bisnis dan AI jadi “otak kedua” yang membantu mereka melaju lebih cepat di tengah persaingan.

Penulis : YUDI PURWANTO

Editor : AZIZAH ESTETIKA

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Energi, Andalkan Armada Laut di Tengah Dinamika Global
Epson Hadirkan Solution Center di Surabaya
Dua Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon.
Diduga Honor & THR Belum Cair: Perangkat Desa Cibendung Pertanyakan Transparansi Dana Sewa Tanah Bengkok
Saham Transportasi Tergelincir Jelang 1 April, Efek Pembatasan BBM Mulai Terasa
Benhenti Mendadak Hindari Tabrakan, Ratusan Batang Pipa Baja Terlempar dari Pikap.
Menteri Dody Instruksikan Pembangunan Saluran Tersier untuk Efisiensi Air dan Perkuat Distribusi Air untuk Petani.
Tinjau Penanganan Sungai di Brebes, Menteri PU Instruksikan Mitigasi Risiko Jembatan Sitanggal.
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 17:31 WIB

Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Energi, Andalkan Armada Laut di Tengah Dinamika Global

Selasa, 31 Maret 2026 - 17:28 WIB

Epson Hadirkan Solution Center di Surabaya

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:20 WIB

Dua Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon.

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:19 WIB

Diduga Honor & THR Belum Cair: Perangkat Desa Cibendung Pertanyakan Transparansi Dana Sewa Tanah Bengkok

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:08 WIB

Saham Transportasi Tergelincir Jelang 1 April, Efek Pembatasan BBM Mulai Terasa

Berita Terbaru

Bisnis

Epson Hadirkan Solution Center di Surabaya

Selasa, 31 Mar 2026 - 17:28 WIB

Berita

Dua Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon.

Selasa, 31 Mar 2026 - 15:20 WIB