Pro dan Kontra Kebijakan “Tembak di Tempat” Pelaku Begal Jadi Sorotan Publik

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

beritafakta.id – Kamis 21 Mei 2026 Kebijakan “tembak di tempat” terhadap pelaku begal kembali menjadi perhatian publik setelah muncul perbedaan pandangan antara pemerintah dan aparat kepolisian dalam menangani maraknya kejahatan jalanan.
Menteri HAM, Natalius Pigai, menegaskan bahwa penanganan pelaku begal harus tetap mengedepankan prosedur hukum serta prinsip hak asasi manusia.

Ia menilai aparat penegak hukum sebaiknya mengutamakan penangkapan pelaku dalam keadaan hidup agar dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sekaligus membantu pengembangan penyelidikan terhadap jaringan kejahatan lainnya.

Di sisi lain, Kapolda Lampung, Helfi Assegaf, menyampaikan bahwa tindakan tegas diperlukan guna memberikan efek jera kepada pelaku kejahatan jalanan yang semakin meresahkan masyarakat. Menurutnya, kebijakan “tembak di tempat” akan diterapkan terhadap pelaku yang melakukan perlawanan atau membahayakan keselamatan petugas maupun warga saat proses penindakan berlangsung.

Perbedaan pandangan tersebut memunculkan beragam respons dari masyarakat. Sebagian warga mendukung langkah tegas aparat demi menciptakan rasa aman dan menekan angka kriminalitas begal yang dinilai semakin marak dan brutal.

Namun, sebagian masyarakat lainnya berharap penegakan hukum tetap dilakukan secara profesional, terukur, serta sesuai aturan hukum dan prinsip hak asasi manusia agar tidak menimbulkan penyalahgunaan kewenangan.

Perdebatan mengenai kebijakan tersebut menunjukkan pentingnya keseimbangan antara penegakan hukum yang tegas dengan penghormatan terhadap hak asasi manusia dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

Haris Pranatha

Berita Terkait

Upacara Hari Kebangkitan Nasional, Kapolres Purbalingga Bacakan Sambutan Menteri Komdigi
Sambut Kunjungan Siswa Di Mapolres Purbalingga Dengan Kegiatan Menyenangkan
Asrul Sani, Entrepreneur Ikan Cupang Yang Go Internasional
Film Pesta Babi Ramai Dibicarakan, Ini Alasan Nobar Dibubarkan
Blora Punya 1.600 Sumur Rakyat, Bisakah Minyaknya Benar-Benar Terserap Pertamina?
Kecelakaan Tunggal di Kalimanah, Polisi Evakuasi Korban ke Rumah Sakit
“Kita Sudah Bonyok Semua”: Wakil Rektor UIN Walisongo Bicara Blak-blakan soal Kasus Kekerasan Seksual
Dosen Diduga Terlibat Kekerasan Seksual, PSGA UIN Walisongo: Korban Jangan Takut Bicara!
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:27 WIB

Upacara Hari Kebangkitan Nasional, Kapolres Purbalingga Bacakan Sambutan Menteri Komdigi

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:14 WIB

Sambut Kunjungan Siswa Di Mapolres Purbalingga Dengan Kegiatan Menyenangkan

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:58 WIB

Asrul Sani, Entrepreneur Ikan Cupang Yang Go Internasional

Jumat, 15 Mei 2026 - 06:51 WIB

Film Pesta Babi Ramai Dibicarakan, Ini Alasan Nobar Dibubarkan

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:18 WIB

Blora Punya 1.600 Sumur Rakyat, Bisakah Minyaknya Benar-Benar Terserap Pertamina?

Berita Terbaru