Banjarnegara, BeritaFakta.id— Harapan warga Dukuh Pakis Aji, Desa Karang Sari, Kecamatan Punggelan, untuk menikmati akses jalan yang lebih layak mulai menemukan titik terang. Anggota DPRD Kabupaten Banjarnegara dari Fraksi Partai Golkar, Agus Junedi, memastikan akan mengawal usulan pembangunan ruas jalan di wilayah tersebut agar dapat direalisasikan melalui APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026.
Pembangunan jalan tersebut diusulkan melalui skema Bantuan Keuangan Desa (Bankeu Desa) yang bersumber dari aspirasi hasil reses. Agus menyebut kondisi jalan di Dukuh Pakis Aji telah menjadi perhatian serius karena berperan sebagai jalur ekonomi, pendidikan, hingga akses masyarakat menuju layanan kesehatan.
Saat ditemui usai Rapat Paripurna DPRD Banjarnegara, Selasa (4/8/2026), Agus Junedi membenarkan bahwa perbaikan jalan di Dukuh Pakis Aji menjadi salah satu aspirasi utama masyarakat yang diterimanya saat pelaksanaan reses.
Menurutnya, keluhan warga terkait kerusakan jalan memang sangat memprihatinkan sehingga perlu segera ditindaklanjuti.
“Untuk merespons kondisi tersebut, saya melaksanakan reses di Dukuh Pakis Aji pada 24 Mei 2026 di rumah Ketua RT. Aspirasi utama yang disampaikan masyarakat adalah penanganan jalan. Karena itu kami memasukkan usulan bantuan keuangan desa untuk pengaspalan jalan di Dukuh Pakis Aji dalam laporan hasil reses,” ujarnya.
Agus menjelaskan, usulan tersebut kini tengah diperjuangkan agar dapat masuk dalam pembahasan APBD Perubahan 2026 yang saat ini masih berlangsung melalui tahapan Kebijakan Umum Perubahan APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUPA-PPAS).
Ia berharap usulan tersebut dapat disetujui sehingga pekerjaan pengaspalan bisa segera dilaksanakan pada akhir tahun ini.
Menurutnya, keberadaan jalan tersebut memiliki nilai strategis karena menjadi jalur aktivitas masyarakat. Selain menunjang kegiatan ekonomi dan pendidikan, ruas jalan itu juga berpotensi meningkatkan akses warga menuju Pasar Manis Punggelan maupun fasilitas kesehatan apabila konektivitasnya semakin baik.
Agus mengakui sebelumnya ruas jalan tersebut pernah mendapat penanganan melalui Dana Desa. Namun, keterbatasan anggaran membuat pembangunan belum mampu menjangkau seluruh kebutuhan di lapangan.
“Dana Desa beberapa tahun terakhir mengalami penyesuaian sehingga alokasi untuk pembangunan infrastruktur menjadi sangat terbatas. Karena itu saya mencoba merespons kebutuhan masyarakat dengan menempatkan perbaikan jalan ini sebagai skala prioritas melalui jalur aspirasi DPRD,” katanya.
Ia menambahkan, pembahasan APBD Perubahan 2026 masih bersifat dinamis. DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Banjarnegara saat ini terus mencari ruang fiskal agar kebutuhan pembangunan infrastruktur yang mendesak dapat diakomodasi.
Menurut Agus, kondisi infrastruktur jalan di sejumlah wilayah Banjarnegara memang masih memerlukan perhatian. Meski demikian, ia menilai pemerintah daerah terus berupaya melakukan perbaikan secara bertahap di tengah keterbatasan kemampuan anggaran.
“Kami berharap perjuangan ini mendapat dukungan dan doa dari masyarakat agar pembangunan jalan di Pakis Aji maupun infrastruktur prioritas lainnya di Banjarnegara dapat segera direalisasikan. Apalagi saat ini kondisi cuaca cukup mendukung untuk pelaksanaan pengaspalan. Namun, dengan adanya pengurangan transfer anggaran dari pemerintah pusat, pemerintah daerah dan DPRD harus benar-benar memprioritaskan program yang paling mendesak,” pungkasnya. (Bas)






