Torn atau tempat penampung air untuk keperluan warga di Halaman masjid Al-Munawaroh, Kelurahan Kutabanjarnegara, Kabupaten Banjarnegara.(Dok.Berita Fakta.id) 
BANJARNEGARA, BeritaFakta.id— Warga sejumlah wilayah perkotaan Kabupaten Banjarnegara masih mengandalkan bantuan distribusi air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tengah musim kemarau yang berlangsung cukup panjang.

Distribusi air tersebut telah berjalan hampir tiga bulan, terutama setelah terjadi kerusakan pipa milik Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Serayu pada Juli 2026. Kondisi itu semakin dirasakan warga ketika pasokan air bersih menurun selama musim kemarau.
Selain kerusakan jaringan pipa, longsornya talud di ruas jalan raya Wonosobo-Banjarnegara, sekitar Jembatan Gendol, Desa Singamerta, Kecamatan Sigaluh, pada bulan yang sama turut berdampak terhadap jaringan air.
Salah seorang warga RT 01/RW 01, Kelurahan Kutabanjarnegara, Ramelan (66), mengatakan distribusi air dari BPBD sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari selama kemarau.

Menurutnya, kondisi aliran air sebenarnya sudah mengalami kendala sebelum kerusakan jaringan terjadi. Saat kemarau, air yang mengalir ke rumah warga semakin terbatas.
“Sudah dua bulan lebih, itu rusaknya yang di Singamerta. Kalau sebelum kemarau, sih, ngalir, tapi malam,” kata Ramelan, Selasa (15/9/2026).
Ia mengatakan, bantuan air dari BPBD biasanya diterima warga setiap dua hari sekali. Air tersebut terutama digunakan untuk kebutuhan mandi dan keperluan rumah tangga lainnya.
“Kalau dropping dua hari sekali dari BPBD. Kalau untuk keperluan mandi paling. Kalau untuk masak, ambil air dari Parakandawa, dekat tanjakan Cina Mati Brug Menceng. Di sana airnya sangat bagus,” ujarnya.
Sementara itu, Suwarlan, salah satu anggota BPBD yang melakukan distribusi air di wilayah Kutabanjarnegara, mengatakan penyaluran air bersih dilakukan secara rutin ke sejumlah wilayah perkotaan.
Menurutnya, dalam sehari rata-rata terdapat 12 kali perjalanan atau trip distribusi air menggunakan kendaraan untuk melayani wilayah perkotaan.
“Saya di perkotaan sehari rata-rata 12 kali atau 12 trip, meliputi Parakancanggah, Kutaringin, Rejasa, dan daerah kota. Untuk mobil kecil daerah kota. Yang truk-truk besar itu Mandiraja, Purwonegoro,” katanya.
Untuk wilayah yang dilayani menggunakan armada truk, BPBD rata-rata melakukan enam kali perjalanan dalam sehari.
“Kalau yang truk rata-rata enam kali atau enam trip,” pungkasnya. (Bas).
Tidak ada komentar