x

Sangat Miris Kenapa Banyak Insinyur Indonesia Yang Menganggur , Yusuf Kala Menyoroti

waktu baca 2 menit
Rabu, 4 Jun 2025 10:07 1 redaksi

Beritafakta.id, Jakarta – Pada suatu negara pastilah banyak membutuhkan tenaga- tenaga ahli dan titel Insinyur salah satunya , yang merupakan gelar bagi orang sudah ahli ( tenaga – tenaga yang punya keahlian khusus ) .

Akan tetapi proses pertambahan penduduk di negara tersebut dan juga banyaknya lulusan dari universitas yang bertitel Insinyur ( Ir ) bisa menjadi faktor penyempitan kesempatan memperoleh pekerjaan ,

Hal ini tampaknya menjadi sorotan dari Jusuf Kala mantan Wakil.Presiden ( Wapres ) Republik Indonesia ( RI ) yang pernah menjabat jadi Wapres RI.pada tahun 2014 ini ,

Serius menyoroti kenapa banyak Insinyur di negara Indonesia tidak punya pekerjaan ( menganggur ) atau bisa dibilang mereka para Insinyur tidak bekerja menggunakan skill khusus mereka.

Jusuf Kala ( JK ) berkata ” saat ini banyak Insinyur Indonesia yang belum mendapatkan pekerjaan , menurut saya ini merupakan imbas dari situasi ekonomi dunia yang tidak menentu ,

Ada banyak perusahaan di Indonesia akan tetapi tidak semuanya membuka lapangan pekerjaan untuk yang punya titel Insinyur akibat situasi ini ” kata JK.

” Perusahaan yang saya miliki hanya membuka 20 Insinyur , untuk proyek – proyek tertentu dan yang melamar 23 ribu Insinyur ,

Bisa saya artikan banyak putra- putri bangsa Indonesia yang punya berijazah Insinyur belum mendapat pekerjaan ” jelasnya ketika diwawancarai beberapa awak media pada acara wisudawan Universitas Hasanudin , Selasa ( 3 Juni 2025 ) .

Dilanjutkannya , jika kita melihat video kericuhan Job Fair yang dilaksanakan oleh Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi Jawa Barat , pada hari Selasa ( 27 / 5 / 2025 ) lalu ini menunjukan sangat terbatas lapangan kerja di Indonesia , pada saat itu jumlah kesempatan kerja ada 2000 sedangkan yang mendaftar sekitar 25 000 ,

Tentu saja perekonomian dunia yang tidak menentu ini , disebabkan oleh perang negara Eropa dengan Palestina dan juga persaingan dagang Amerika dan China ” ucap JK .

” Situasi seperti ini bukan dialami negara Indonesia , tetapi Amerika , Eropa dan negara – negara Asia mengalami ,

Banyaknya konflik antar negara – negara didunia , sangat besar pengaruh ekonomi di Indonesia sehingga menyebabkan menurunkan harga – harga nikel , batubara , kelapa sawit serta efeknya pada barang komoditas lainnya ,

Kehidupan didunia semakin sulit dan lebih mengkhawatirkan lagi terjadi ekonomi negara menurun , kemampuan negara mengecil dalam membangun pemerintah menyebutnya efisiensi ,

Dampak fatalnya keterlambatan pembangunan infrastruktur sampai ke pemerintah provinsi , kabupaten hingga ke pemerintah desa bisa jadi banyak ditemui jalan -jalan rusak lambat untuk dibenahi ” pungkas kata Jusuf Kala. (Ramsus)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x