Beritafakta.id, Jakarta – Pada suatu negara pastilah banyak membutuhkan tenaga- tenaga ahli dan titel Insinyur salah satunya , yang merupakan gelar bagi orang sudah ahli ( tenaga – tenaga yang punya keahlian khusus ) .
Akan tetapi proses pertambahan penduduk di negara tersebut dan juga banyaknya lulusan dari universitas yang bertitel Insinyur ( Ir ) bisa menjadi faktor penyempitan kesempatan memperoleh pekerjaan ,
Hal ini tampaknya menjadi sorotan dari Jusuf Kala mantan Wakil.Presiden ( Wapres ) Republik Indonesia ( RI ) yang pernah menjabat jadi Wapres RI.pada tahun 2014 ini ,
Serius menyoroti kenapa banyak Insinyur di negara Indonesia tidak punya pekerjaan ( menganggur ) atau bisa dibilang mereka para Insinyur tidak bekerja menggunakan skill khusus mereka.
Jusuf Kala ( JK ) berkata ” saat ini banyak Insinyur Indonesia yang belum mendapatkan pekerjaan , menurut saya ini merupakan imbas dari situasi ekonomi dunia yang tidak menentu ,
Ada banyak perusahaan di Indonesia akan tetapi tidak semuanya membuka lapangan pekerjaan untuk yang punya titel Insinyur akibat situasi ini ” kata JK.
” Perusahaan yang saya miliki hanya membuka 20 Insinyur , untuk proyek – proyek tertentu dan yang melamar 23 ribu Insinyur ,
Bisa saya artikan banyak putra- putri bangsa Indonesia yang punya berijazah Insinyur belum mendapat pekerjaan ” jelasnya ketika diwawancarai beberapa awak media pada acara wisudawan Universitas Hasanudin , Selasa ( 3 Juni 2025 ) .
Dilanjutkannya , jika kita melihat video kericuhan Job Fair yang dilaksanakan oleh Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi Jawa Barat , pada hari Selasa ( 27 / 5 / 2025 ) lalu ini menunjukan sangat terbatas lapangan kerja di Indonesia , pada saat itu jumlah kesempatan kerja ada 2000 sedangkan yang mendaftar sekitar 25 000 ,
Tentu saja perekonomian dunia yang tidak menentu ini , disebabkan oleh perang negara Eropa dengan Palestina dan juga persaingan dagang Amerika dan China ” ucap JK .
” Situasi seperti ini bukan dialami negara Indonesia , tetapi Amerika , Eropa dan negara – negara Asia mengalami ,
Banyaknya konflik antar negara – negara didunia , sangat besar pengaruh ekonomi di Indonesia sehingga menyebabkan menurunkan harga – harga nikel , batubara , kelapa sawit serta efeknya pada barang komoditas lainnya ,
Kehidupan didunia semakin sulit dan lebih mengkhawatirkan lagi terjadi ekonomi negara menurun , kemampuan negara mengecil dalam membangun pemerintah menyebutnya efisiensi ,
Dampak fatalnya keterlambatan pembangunan infrastruktur sampai ke pemerintah provinsi , kabupaten hingga ke pemerintah desa bisa jadi banyak ditemui jalan -jalan rusak lambat untuk dibenahi ” pungkas kata Jusuf Kala. (Ramsus)






