Kesiapsiagaan Bencana 2025, Kementerian PU Siapkan Rp351,8 Miliar

Kamis, 6 November 2025 - 12:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 5 November 2025 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan Rp351,83 miliar untuk mendukung kesiapsiagaan dan tanggap darurat bencana sepanjang tahun 2025. Anggaran ini difokuskan pada penanganan cepat pascabencana, penguatan infrastruktur publik, dan pemulihan wilayah terdampak di seluruh Indonesia.

Menteri PU Dody Hanggodo menekankan pentingnya tiga pilar utama: kesiapsiagaan infrastruktur dan keselamatan publik, komando terpadu dengan teknologi respons cepat, serta pelayanan publik yang manusiawi dan berkelanjutan. “Kementerian PU hadir untuk memastikan setiap infrastruktur vital tetap berfungsi demi keselamatan masyarakat,” ujar Menteri Dody saat memimpin Apel Siaga Bencana Nasional di Bandung (4/11/2025).

Dari total anggaran, Rp300 miliar dialokasikan untuk Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Rp51,8 miliar untuk Direktorat Jenderal Bina Marga. Kementerian juga menyiagakan 5.755 unit alat berat, 382.044 bahan logistik, dan 3.455 personel untuk penanganan bencana. Hingga awal November 2025, realisasi anggaran mencapai Rp261,9 miliar (74,4%), terutama untuk bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan banjir lahar dingin Gunung Semeru di Lumajang serta abrasi di Bengkulu Utara.

Sisa anggaran Rp89,9 miliar disiapkan menghadapi potensi bencana hingga akhir tahun, mengikuti prakiraan curah hujan tinggi dari BMKG. Data BNPB per 2 November 2025 mencatat 2.715 kejadian bencana, dengan banjir sebagai yang paling sering terjadi (1.337 kejadian atau 49,2%).

Kementerian PU juga mempersiapkan peningkatan anggaran tanggap darurat menjadi Rp449,1 miliar pada 2026. Dukungan teknologi melalui SITABA (Sistem Informasi Tanggap Darurat Bencana) memungkinkan penanganan bencana lebih cepat dan berbasis data, di mana hingga 4 November 2025 tercatat 3.574 kegiatan penanganan bencana sejak 2019.

Dengan strategi ini, Kementerian PU memastikan kesiapsiagaan bencana berjalan lebih efisien, responsif, dan berbasis data demi perlindungan masyarakat dan infrastruktur publik.

(alda)

Berita Terkait

Prabowo Rapat Empat Mata dengan Rosan, Gas Hilirisasi dari Hambalang
Kartono, Kakak Kartini yang Terlupakan: Jenius 37 Bahasa hingga Wartawan Perang Dunia
Jakarta Jadi Kota Terpadat di Dunia, “Sesak Napas” di Puncak Daftar PBB
Nasabah Riyanti Raih Mobil Honda Brio dalam Gebyar Hadiah Undian BKK Mandiraja di Serulingmas
Chair Fitness Lansia: Otot usia Senja Terjaga, Semangat Menyala
Seni Menahan Pisau: Mengapa Dokter Bedah Tidak Selalu Memilih Operasi Terbuka?
Profesor “Pulang Kandang”, Pemda Brebes Dapat Suntikan Otak Segar di Halal Bihalal
Diduga Jadi Sarang Judi “Bola Pingpong”, Deluxe Pub & KTV Batam Disorot Publik.
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 19:00 WIB

Prabowo Rapat Empat Mata dengan Rosan, Gas Hilirisasi dari Hambalang

Kamis, 23 April 2026 - 15:55 WIB

Kartono, Kakak Kartini yang Terlupakan: Jenius 37 Bahasa hingga Wartawan Perang Dunia

Selasa, 14 April 2026 - 13:05 WIB

Jakarta Jadi Kota Terpadat di Dunia, “Sesak Napas” di Puncak Daftar PBB

Senin, 13 April 2026 - 09:48 WIB

Nasabah Riyanti Raih Mobil Honda Brio dalam Gebyar Hadiah Undian BKK Mandiraja di Serulingmas

Sabtu, 4 April 2026 - 09:12 WIB

Chair Fitness Lansia: Otot usia Senja Terjaga, Semangat Menyala

Berita Terbaru