Dari Gelanggang Silat ke Dunia Bisnis Kreatif: Jejak Inspiratif Riska Findiana Membangun Mimpi dari Bali

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Denpasar — Di tengah derasnya arus dunia digital dan persaingan industri kreatif, nama Riska Findiana muncul sebagai representasi perempuan muda yang berhasil memadukan disiplin, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan dalam satu perjalanan hidup yang inspiratif.

Lahir pada 17 September 1995, Riska tumbuh dari perpaduan dua budaya besar Indonesia. Sang ayah merupakan putra asli Denpasar, Bali, sementara ibunya berasal dari Bandung, Jawa Barat. Perjalanan masa kecil yang berpindah antara Bandung dan Bali membentuk karakter Riska menjadi pribadi adaptif, mandiri, dan terbiasa menghadapi perubahan sejak dini.

Namun jauh sebelum dikenal sebagai pengusaha muda dan konten kreator, Riska terlebih dahulu ditempa di dunia pencak silat.

Tumbuh Bersama Tradisi Silat Keluarga

Kecintaannya terhadap pencak silat bukan muncul secara kebetulan. Dunia bela diri sudah menjadi bagian dari kehidupan keluarganya sejak lama.

Kakeknya, Anang Setiawan, dikenal sebagai pendiri padepokan P3S Gagak Lumayung di Panyandaan, Bandung. Dari lingkungan keluarga inilah Riska kecil mulai mengenal disiplin, teknik, dan filosofi silat bahkan sebelum memasuki bangku sekolah dasar.

Sejak kecil ia terbiasa tampil di berbagai pertunjukan seni bela diri. Memasuki usia sekolah, bakat tersebut berkembang menjadi prestasi nyata. Ia aktif mengikuti berbagai kompetisi sejak SD hingga SMA dan berhasil meraih sejumlah penghargaan, termasuk gelar juara pertama di berbagai ajang pencak silat.

Dedikasi panjang itu mengantarkannya meraih tingkat sabuk hitam dengan spesialisasi kategori Ijen atau partner tanding — kategori yang membutuhkan sinkronisasi gerakan, strategi, dan ketepatan teknik tingkat tinggi.

Bagi Riska, pencak silat bukan sekadar olahraga, tetapi sekolah kehidupan.

Seni, Panggung, dan Kepercayaan Diri

Selain dunia bela diri, Riska juga aktif di dunia seni dan modeling. Dengan postur tinggi 170 cm, ia kerap terlibat dalam berbagai event budaya dan pertunjukan seni semasa sekolah.

Kecintaannya terhadap budaya Sunda juga terlihat dari kemampuannya menarikan tari Jaipong yang terus ia tekuni hingga kini.

Perpaduan antara disiplin silat, seni pertunjukan, dan pengalaman tampil di depan publik membentuk rasa percaya diri yang kelak menjadi modal besar dalam membangun bisnis dan personal branding.

Membangun Usaha Sejak Remaja

Semangat bisnis Riska mulai tumbuh saat masih duduk di bangku SMA. Dari usaha kecil menjual aksesori kepada teman sekolah, lahirlah brand RAF Accessories yang kemudian berkembang menjadi usaha serius.

Keunikan RAF Accessories terletak pada kreativitas desain yang seluruhnya berasal dari ide pribadi Riska. Ia tidak hanya membangun bisnis untuk keuntungan pribadi, tetapi juga memberdayakan pengrajin lokal di Bandung.

Dalam satu kesempatan, ia bahkan mampu mengumpulkan hingga 200 pengrajin home industry untuk diberikan pelatihan produksi desain terbaru.

“Saya ingin para pengrajin tetap produktif dari rumah masing-masing dan memiliki penghasilan sendiri,” ungkapnya.

Produk-produk RAF Accessories menggunakan kombinasi bahan baku lokal dan impor, termasuk material dari Cipatat, Jawa Barat, serta beberapa bahan dari China. Hasil produksinya kini telah dipasarkan ke berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Bali.

Menaklukkan Era Digital

Tidak berhenti di dunia usaha konvensional, Riska juga mampu membaca perubahan zaman.

Berawal dari kebiasaan mendokumentasikan aktivitas sehari-hari, ia mulai serius membangun karier sebagai konten kreator dengan nama Riska Ariska Findiana. Dalam tiga tahun terakhir, ia aktif mengembangkan personal branding di berbagai platform media sosial.

Konsistensinya di dunia digital membuatnya dikenal bukan hanya sebagai pengusaha muda, tetapi juga sosok inspiratif yang aktif membagikan aktivitas bisnis, gaya hidup produktif, hingga perjalanan pengembangan diri.

Kini, Riska diketahui aktif mengembangkan bisnis di bidang:

  • aksesori,
  • parfum,
  • properti,
  • sekaligus menjabat sebagai Direktur CV. RAF Collection.

Simbol Generasi Perempuan Mandiri

Perjalanan hidup Riska Findiana menunjukkan bahwa kesuksesan tidak lahir secara instan. Disiplin dari dunia silat, kreativitas dalam seni, keberanian membangun usaha sejak muda, hingga kemampuan beradaptasi di era digital menjadi fondasi yang membentuk dirinya hari ini.

Di tengah tantangan generasi muda modern, sosok Riska menjadi gambaran bahwa perempuan muda mampu:

  • membangun bisnis,
  • memberdayakan masyarakat,
  • menjaga budaya,
  • sekaligus berkembang di dunia digital tanpa kehilangan identitas diri.

Bagi banyak anak muda, kisahnya menjadi pengingat bahwa mimpi besar bisa dimulai dari langkah kecil — selama dijalani dengan konsistensi, keberanian, dan kemauan untuk terus berkembang.

Berita Terkait

Budaya Bukan Sekadar Panggung: Krisis Industri Fashion dan Kemandirian Indonesia
Film Pesta Babi Ramai Dibicarakan, Ini Alasan Nobar Dibubarkan
Menjadi Saksi Kehidupan: Dedikasi dr. Andi Ahmed Onterio, Sp.OG untuk Ibu dan Bayi
Kartono, Kakak Kartini yang Terlupakan: Jenius 37 Bahasa hingga Wartawan Perang Dunia
Semangat Hari Kartini, OJK Purwokerto Dorong Perempuan Banjarnegara Jadi Motor Literasi Keuangan
Demam Bukan Musuh: Simak Penjelasan Medis Dari Gejala Hingga Solusinya!
Belajar Al-Qur’an Tak Kenal Usia, Ustaz Munfasir: Jangan Tunggu Waktu “Menegur”
Menelusuri Jejak Panjang bank bjb: Dari Nasionalisasi hingga Melantai di Bursa
Berita ini 2 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:59 WIB

Dari Gelanggang Silat ke Dunia Bisnis Kreatif: Jejak Inspiratif Riska Findiana Membangun Mimpi dari Bali

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:50 WIB

Budaya Bukan Sekadar Panggung: Krisis Industri Fashion dan Kemandirian Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 - 06:51 WIB

Film Pesta Babi Ramai Dibicarakan, Ini Alasan Nobar Dibubarkan

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:53 WIB

Menjadi Saksi Kehidupan: Dedikasi dr. Andi Ahmed Onterio, Sp.OG untuk Ibu dan Bayi

Kamis, 23 April 2026 - 15:55 WIB

Kartono, Kakak Kartini yang Terlupakan: Jenius 37 Bahasa hingga Wartawan Perang Dunia

Berita Terbaru