Jakarta, beritafakta.id- Aroma mudik mulai terasa kental di ibu kota. Di ruang tunggu stasiun, koper berjejer, kardus oleh-oleh bertumpuk, dan wajah-wajah lelah bercampur bahagia tampak di mana-mana. H-6 menjelang Lebaran, arus pulang kampung dari Jakarta mulai menggeliat.
Pada Senin (16/3/2026), lebih dari 51 ribu orang tercatat meninggalkan Jakarta menggunakan kereta api dari wilayah Daop 1. Angka itu bukan sekadar statistik. Ia adalah potret klasik musim mudik: para perantau yang akhirnya bisa pulang, menyusuri rel panjang menuju kampung halaman.
Di antara banyak stasiun keberangkatan, Stasiun Pasar Senen masih menjadi panggung utama. Sejak pagi, area keberangkatan sudah penuh oleh penumpang yang membawa tas besar, bantal leher, hingga kardus berlakban cokelat. Suasananya riuh tapi hangat—mirip tongkrongan besar yang sedang bersiap pulang bareng.
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan lonjakan penumpang sudah terlihat sejak awal periode angkutan Lebaran.
“Secara kumulatif, sejak 11 hingga 16 Maret 2026, tercatat sebanyak 271.309 pelanggan telah berangkat dari wilayah Daop 1 Jakarta,” ujar Franoto saat ditemui di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat.
Data pergerakan penumpang menunjukkan tren yang terus menanjak. Pada 14 Maret, jumlah penumpang yang berangkat mencapai 51.128 orang. Sehari kemudian naik menjadi 52.008 penumpang. Sementara pada Senin ini, angka keberangkatan tercatat 51.584 orang.
Dari seluruh titik keberangkatan, Stasiun Pasar Senen kembali menjadi yang paling sibuk. Hari ini saja, stasiun ini melayani 23.259 penumpang. Sementara itu, Stasiun Gambir menyusul di posisi kedua dengan 17.198 penumpang.
“Namun, data ini masih bersifat dinamis. Angka keberangkatan diprediksi akan terus bertambah seiring mendekatnya hari raya,” tambah Franoto.
Buat yang belum kebagian tiket, kabarnya masih ada napas lega. KAI Daop 1 Jakarta menyiapkan total kapasitas 1.076.196 tempat duduk selama masa angkutan Lebaran. Hingga saat ini, tingkat okupansi baru menyentuh sekitar 67 persen.
Artinya, masih ada kursi tersisa bagi para calon pemudik yang belum sempat mengamankan tiket.
Rinciannya cukup menggembirakan:
-Kelas Eksekutif: tersisa 214.743 kursi
-Ekonomi Komersial: tersisa 116.024 kursi
-Ekonomi PSO: tersisa 23.807 kursi
Franoto mengatakan, untuk periode keberangkatan 21 Maret hingga 1 April 2026, rata-rata masih tersedia sekitar 30 ribu kursi setiap hari.
“Masyarakat masih memiliki kesempatan untuk merencanakan perjalanan mudik atau balik,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, KAI Daop 1 mengoperasikan 68 perjalanan kereta reguler setiap hari. Selain itu, KAI juga menambah armada ekstra: 13 kereta tambahan dari Stasiun Gambir dan 7 kereta tambahan dari Stasiun Pasar Senen.
Sejumlah kereta jarak jauh bahkan sudah menjadi favorit para pemudik sejak jauh hari. Nama-nama seperti KA Bengawan, KA Airlangga, KA Serayu, KA Kertajaya, KA Jayakarta, dan KA Progo hampir selalu menjadi incaran.
KAI pun mengingatkan masyarakat agar segera memesan tiket melalui aplikasi Access by KAI atau kanal resmi lainnya. Jika tanggal favorit sudah penuh, calon penumpang disarankan memilih tanggal alternatif.
Sebab, dalam tradisi mudik, yang paling penting bukan soal berangkat kapan—melainkan sampai di rumah, berkumpul lagi dengan keluarga.












