Tadzabur Jalan Sel Dalam Lemak, Sumsum Tulang dan Darah Tubuh Sendiri Untuk Penyembuhan Illahiah

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: dr. H. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B., FISQUa
Ahli Bedah Umum, Peneliti Biomolekuler, dan Praktisi Terapi Sel
Founder & Chairman Perhimpunan Kedokteran Digital Terintegrasi Indonesia (PREDIGTI)
Kandidat Doktoral Studi Islam UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (SAIZU) Purwokerto
Klinik Eksekutif Avicenna, Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang

Jalaluddin Rumi pernah merajut untaian bait makrifat melintasi ruang waktu dengan bersenandung, “Kau mengira kau hanyalah sebuah bentuk yang kecil, padahal di dalam dirimu, jagat raya yang mahaluas sedang melipat dirinya.” Renungan sufistik ini sesungguhnya menyampaikan pesan ontologis yang mendalam bagi manusia modern, yang kerap memandang raga hanya dari bungkus materialistik semata.

Sebagai seorang ahli bedah yang setiap hari menyentuh lapisan daging, menyusuri anyaman pembuluh darah, dan menembus kerasnya dinding tulang manusia, jemari saya kerap bergetar dalam ketakziman. Gumpalan lemak di perut, paha, maupun lengan yang sering dicaci sebagai limbah estetik, serta sumsum di dalam tulang, sesungguhnya merupakan mikrokosmos (alam saghir) tempat Sang Khalik menyembunyikan “apotek ilahiah” yang sarat dengan potensi penyembuhan autologus.

Filsafat kedokteran Islam klasik yang digagas oleh Ibnu Sina dalam Al-Qanun fi al-Tibb dan ketajaman klinis Al-Razi dalam Al-Hawi menekankan pentingnya menghidupkan Quwwat Mudabbirah lil-Badan, yakni kekuatan alami yang dianugerahkan Tuhan untuk memelihara keseimbangan tubuh tanpa intervensi yang merusak. Kearifan ini beresonansi dengan konsep Pneuma dalam kosmologi Yunani kuno, Spiritus Vitalis dalam tradisi Romawi, hingga esensi Ojas dalam ajaran Ayurveda.

Dalam khazanah budaya Jawa, harmoni penyembuhan internal tersebut tercermin dalam filosofi Sedulur Papat Limo Pancer, di mana seluruh unsur raga bergotong royong di bawah kesadaran spiritual demi mencapai keselarasan hidup. Melalui program AHTCure (Advanced Healthcare Technology & Cell Therapy Cure) yang dikembangkan di Klinik Eksekutif Avicenna Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang, berbagai dimensi spiritual dan falsafah lintas peradaban tersebut diterjemahkan ke dalam pendekatan kedokteran molekuler modern yang terukur.

Perjalanan tadzabur jalan sel ini memanfaatkan dua sumber utama penyembuhan dalam tubuh, yaitu Adipose-Derived Stromal Vascular Fraction (AD-SVF) yang diperoleh dari jaringan lemak melalui teknik awake mini-liposuction, serta Bone Marrow Mononuclear Cells (BM-MNCs) yang dipanen dari sumsum tulang melalui prosedur aspirasi minimal invasif pada area tuberositas tibia.

Proses pemanenan dilakukan menggunakan teknik Tumescent Local Anesthesia (TLA), sehingga pasien tetap berada dalam kondisi sadar (awake), dengan rasa nyaman serta meminimalkan risiko yang berkaitan dengan anestesi umum. Jaringan lemak dan sumsum tulang yang diperoleh kemudian diproses di laboratorium terintegrasi menggunakan metode minimal manipulation, yakni pemisahan secara mekanis tanpa rekayasa genetik maupun penambahan bahan kimia tertentu.

Pendekatan ini selaras dengan ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Sel Punca dan/atau Sel Progenitor, sekaligus dimaknai sebagai upaya menjaga kemurnian sumber biologis yang berasal dari tubuh pasien sendiri. Berdasarkan kompetensi dan kewenangan klinis dokter, tindakan ini ditujukan semata-mata untuk keselamatan pasien (patient safety).

Untuk mendistribusikan potensi biologis tersebut secara cepat dan aman, digunakan metodologi BiSQuAT (Biological Smart Quick Action Treatment), sebuah model penanganan yang dikembangkan penulis. Filosofi BiSQuAT berangkat dari pemahaman bahwa sel autologus memiliki kemampuan homing mechanism, yaitu kemampuan mengenali dan menuju area tubuh yang mengalami kerusakan.

Pendekatan same-day procedure memungkinkan sel diproses dan diberikan kembali pada hari yang sama, sehingga viabilitas dan potensi biologisnya tetap terjaga. Ketika sel yang mengandung sel punca hematopoietik, sel punca mesenkimal, sel progenitor endotel, serta berbagai growth factors diberikan kembali ke dalam tubuh, berbagai mekanisme regeneratif diharapkan dapat berlangsung.

Sejumlah penelitian internasional telah melaporkan potensi penggunaan sel autologus dalam berbagai kondisi klinis. Studi Strauer dkk. (2002) yang dipublikasikan dalam The Lancet melaporkan penggunaan sel mononuklear autologus pada pasien infark miokard. Sementara Weiss dkk. (2013) dalam Stem Cells International melaporkan potensi terapi berbasis sel pada penyakit paru kronis.

Pada bidang nefrologi, Makhlough dkk. (2014) dalam Journal of the American Society of Nephrology melaporkan potensi penggunaan sel mononuklear autologus pada pasien penyakit ginjal kronik. Terai dkk. (2006) dalam Gastroenterology juga melaporkan penggunaan terapi sel pada kasus sirosis hati.

Dalam bidang neurologi, Savitz dkk. (2011) dalam jurnal Stroke mengevaluasi penggunaan terapi sel pada pasien stroke iskemik kronis. Penelitian lain oleh Kim dkk. (2015) dalam Nature Communications dan Venkataramana dkk. (2010) dalam Journal of Neurosurgery mengkaji potensi terapi regeneratif pada penyakit neurodegeneratif. Sharma dkk. (2013) dalam Stem Cells Translational Medicine juga melaporkan hasil penelitian terkait terapi sel pada anak dengan autisme.

Potensi terapi berbasis sel juga dieksplorasi dalam bidang ortopedi, imunologi, serta estetika regeneratif. Hernigou dkk. (2014) dalam The American Journal of Sports Medicine melaporkan penggunaan sel autologus pada kasus osteoartritis. Tyndall dkk. (2007) dalam Journal of Autoimmunity meneliti pemanfaatannya pada penyakit autoimun, sedangkan Kim dkk. (2011) dalam Dermatologic Surgery melaporkan potensi faktor parakrin SVF dalam peremajaan kulit dan berbagai aplikasi estetika regeneratif.

Seluruh rangkaian layanan estetik dan regeneratif ini diselenggarakan dalam suasana yang nyaman, personal, dan mengedepankan keselamatan pasien di Klinik Eksekutif Avicenna, Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Bagi pasien yang membutuhkan privasi lebih tinggi atau memiliki keterbatasan mobilitas, program AHTCure juga menyediakan layanan homecare dan home visit dengan pemantauan klinis yang berkelanjutan.

Pada akhirnya, tadzabur jalan sel melalui metode BiSQuAT mengajak kita untuk merenungkan bahwa tubuh manusia menyimpan potensi biologis yang luar biasa. Sebagaimana diungkapkan oleh Ibnu Sina dan kembali digaungkan oleh Jalaluddin Rumi, “Obatmu ada di dalam dirimu, tetapi engkau tidak menyadarinya. Penyakitmu berasal dari dirimu sendiri, tetapi engkau tidak melihatnya.”

Mari memaknai kesehatan dan longevity sebagai bentuk ikhtiar sekaligus rasa syukur kepada Sang Pencipta.

Berita Terkait

Revolusi Terpai Sel Mononuklear (BM-MNCs) Melalui Aspirasi Tuberositas Tibia Metode BiSQuAT: Paradigma Baru Pemulihan Organ Berbasis Regulasi Permenkes
Evolusi Bariatrik, dari Pisau Bedah Tradisional hingga Kapsul Pintar Non-Invasif
Manifes Bedah Regeneratif dan Anti-Aging Pria: Sinergi Implan Asam Hialuronat, Sekretom, Sel Punca, ESWT, dan Dilatasi Endovaskular dalam Rekonstruksi serta Pembesaran Organ Intim Laki-Laki
Sinergi Proteomik Lintas Kingdom dalam Perspektif Al-Qur’an: Membangun Ilmu Kedokteran Holistik untuk Pencegahan, Pengobatan, dan Rehabilitasi Kanker
Mengubah Keterbatasan Menjadi Kelimpahan: Rahasia Medis dan Spiritual Shalat Dhuha bagi Penyandang Disabilitas
Menepis Miskonsepsi Produk Ilegal Melalui Terapi Autologus Berbasis Prosedur Keahlian Medis
Integrasi Sains dan Teologi: Analisis Kimiawi Saripati Tanah, Kode Genetika, dan Keunggulan Terapi Autologus dalam Kedokteran Regeneratif
Mula Awal Penciptaan Manusia dan Rahasia Fitrah Penyembuhan Autologus: Integrasi Kedokteran Regeneratif Urogenital-Reproduksi dalam Paradigma Halal-Thayyib
Berita ini 10 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:20 WIB

Tadzabur Jalan Sel Dalam Lemak, Sumsum Tulang dan Darah Tubuh Sendiri Untuk Penyembuhan Illahiah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:18 WIB

Revolusi Terpai Sel Mononuklear (BM-MNCs) Melalui Aspirasi Tuberositas Tibia Metode BiSQuAT: Paradigma Baru Pemulihan Organ Berbasis Regulasi Permenkes

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:58 WIB

Evolusi Bariatrik, dari Pisau Bedah Tradisional hingga Kapsul Pintar Non-Invasif

Senin, 8 Juni 2026 - 08:44 WIB

Manifes Bedah Regeneratif dan Anti-Aging Pria: Sinergi Implan Asam Hialuronat, Sekretom, Sel Punca, ESWT, dan Dilatasi Endovaskular dalam Rekonstruksi serta Pembesaran Organ Intim Laki-Laki

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:28 WIB

Sinergi Proteomik Lintas Kingdom dalam Perspektif Al-Qur’an: Membangun Ilmu Kedokteran Holistik untuk Pencegahan, Pengobatan, dan Rehabilitasi Kanker

Berita Terbaru