Saham Transportasi Tergelincir Jelang 1 April, Efek Pembatasan BBM Mulai Terasa

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, beritafakta.id- Pasar seperti disiram bensin, bukan untuk melaju, tapi malah bikin panas. Kebijakan pembatasan pembelian Pertalite dan Solar per 1 April 2026, ditambah bayang-bayang kenaikan harga BBM non-subsidi, langsung menekan saham sektor transportasi di Bursa Efek Indonesia.

Selanjutnya, tekanan itu terlihat jelas di papan perdagangan. Saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) terjun bebas hingga 9,77% ke level Rp240 per saham pada sesi siang, Selasa (31/3/2026). Penurunan ini seolah jadi alarm bahwa pelaku pasar mulai waspada—dan sedikit panik.

Tak berhenti di situ, sektor transportasi secara keseluruhan ikut terseret arus. Indeks sektor ini turun 3,85% dan menjadi sektor dengan pelemahan paling dalam hari ini. Dari darat, laut, hingga udara, hampir semua emiten seperti kehilangan tenaga, ibarat mesin yang kehabisan bahan bakar di tengah jalan.

Berikut pergerakan saham transportasi pada penutupan Sesi I:

  1. PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) jatuh 9,77% ke Rp240
  2. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) amblas 8,84% ke Rp1.960
  3. PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) turun 8,51% ke Rp43
  4. PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) melemah 6,25% ke Rp15
  5. PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) terkoreksi 5,45% ke Rp780
  6. PT Utama Radar Cahaya Tbk (RCCC) turun 5,36% ke Rp106
  7. PT Mitra International Resources Tbk (MIRA) melemah 4,17% ke Rp23
  8. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) turun 4% ke Rp72
  9. PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) melemah 3,09% ke Rp314

Di sisi lain, sentimen negatif datang dari kebijakan baru pemerintah. Regulasi ini membatasi pembelian Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) seperti Pertalite dan Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar. Kebijakan ini seperti rem mendadak bagi sektor transportasi yang selama ini bergantung pada pasokan BBM bersubsidi.

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menegaskan aturan ini mulai berlaku 1 April 2026. Dalam kebijakan tersebut, BPH Migas mewajibkan badan usaha penugasan, yaitu PT Pertamina (Persero), untuk mengendalikan distribusi BBM bersubsidi.

Untuk Pertalite, pemerintah membatasi pembelian maksimal 50 liter per hari untuk kendaraan roda empat, baik pribadi maupun angkutan umum. Sementara itu, untuk Solar, pemerintah juga menerapkan batas yang sama, yakni maksimal 50 liter per hari per kendaraan.

“Keputusan ini mulai berlaku pada 1 April 2026,” sebagaimana tertulis dalam Keputusan Kepala BPH Migas Nomor 024/KOM/BPH.DBBM/2026, yang diterbitkan, mengutip Selasa (31/3/2026).

Namun, tekanan belum berhenti di sana. Pasar juga merespons pernyataan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, yang membuka peluang kenaikan harga BBM non-subsidi. Ia menyebut harga minyak global yang menguat ikut mendorong potensi kenaikan tersebut.

Dia menjelaskan bahwa harga BBM non-subsidi mengikuti mekanisme pasar yang berlaku. Meski begitu, dia meminta masyarakat menunggu pengumuman resmi.

“Nanti kita lihat saja, 1 April itu nanti,” kata Laode kepada Bloomberg Technoz.

“Untuk BBM nonsubsidi kan memang mekanisme pasar, baik BUMN maupun swasta, sudah ada mekanismenya mereka untuk menaikkan harga.”

Penulis : YUDI PURWANTO

Editor : AZIZAH ESTETIKA

Berita Terkait

M2N Studio Tumbuh dari Kegemaran Memotret, Kini Dipercaya Pelanggan dari Lampung hingga Jawa Tengah
BAZNAS Kota Tangerang Cetak Rekor ZIS Rp16,5 Miliar, Peringkat 2 Nasional
Bendungan Jlantah Karanganyar Siap Jaga Ketersediaan Air Saat Musim Kemarau
Brebes Bersiap Jadi Sentra Susu Nasional, Mentan Resmikan Pembangunan Peternakan Sapi Perah Terbesar di Indonesia
Fotografi Branding Jadi Senjata UMKM Betawi Menembus Pasar Digital, Creative 35 Gelar Workshop di Setu Babakan
KAGAMA Tangsel Gelar GAMA FEST & Charity Day 2026, Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian Sosial
Ketum FERADI WPI Bentuk Tim Hukum Kawal Laporan Dugaan Pengeroyokan Wakil Ketua Umum di Lebak
Jembatan Bailey Wih Kanis di Aceh Tengah Difungsikan, Konektivitas Masyarakat Kembali Pulih
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:38 WIB

M2N Studio Tumbuh dari Kegemaran Memotret, Kini Dipercaya Pelanggan dari Lampung hingga Jawa Tengah

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:26 WIB

BAZNAS Kota Tangerang Cetak Rekor ZIS Rp16,5 Miliar, Peringkat 2 Nasional

Senin, 20 Juli 2026 - 18:11 WIB

Bendungan Jlantah Karanganyar Siap Jaga Ketersediaan Air Saat Musim Kemarau

Senin, 20 Juli 2026 - 15:13 WIB

Brebes Bersiap Jadi Sentra Susu Nasional, Mentan Resmikan Pembangunan Peternakan Sapi Perah Terbesar di Indonesia

Senin, 20 Juli 2026 - 14:24 WIB

Fotografi Branding Jadi Senjata UMKM Betawi Menembus Pasar Digital, Creative 35 Gelar Workshop di Setu Babakan

Berita Terbaru