Chair Fitness Lansia: Otot usia Senja Terjaga, Semangat Menyala

Sabtu, 4 April 2026 - 09:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Senam kursi jadi solusi cegah risiko jatuh di usia emas. (Foto: Alda/britafakta.id)

Senam kursi jadi solusi cegah risiko jatuh di usia emas. (Foto: Alda/britafakta.id)

Jakarta, beritafakta.id – Chair Fitness for Senior pekan ini tampil beda di hadapan publik. Panitia mengusung tema “Sehat di Usia Emas, Aktif Tanpa Batas Chair-up Your Life” dan menggelar acara tersebut di halaman parkir Klinik Fairy, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada 4 April 2026.

Dukungan Klinik dan Pesan Hangat Lebaran

Owner Klinik Fairy, dr. Intan, mendukung penuh kegiatan ini dengan menyediakan layanan cek kesehatan gratis bagi peserta. Dalam sambutannya, ia juga menyampaikan pesan hangat bernuansa Lebaran.

“Di momen ini saya ingin mengucapkan selamat hari raya Idhul Fitri, mohon maaf lahir batin, dengan hadirnya para instruktur yang berpengalaman di bidangnya saya percaya acara akan berlangsung dengan baik,” kata dr. Intan.

Puluhan peserta datang dengan semangat tinggi dan langsung mengikuti setiap gerakan. Panitia menyediakan paket member bulanan sebedar Rp 200.000. Dengan biaya tersebut, peserta mendapatkan jersey, air minum, serta layanan tes kesehatan dari Klinik Fairy. Ibarat paket komplit, sekali ikut, manfaatnya langsung terasa.

Konsep Senam Duduk yang Aman untuk Lansia

Instruktur mengarahkan peserta untuk melakukan senam sambil duduk di kursi. Panitia memilih metode ini agar lansia tetap aman saat berolahraga.

Meski usia tak lagi muda, para peserta tetap bisa aktif tanpa khawatir kehilangan keseimbangan.

Di sisi lain, instruktur senam Astri Putri Nintiyas, owner Studio Senam Putri, menjelaskan alasan di balik konsep tersebut.

“Kalau lansia itu kan ada kekurangan di, biasanya di keseimbangan, motorik keseimbangan, biasanya mereka akan bergelut dengan sarkopenia atau osteoporosis,” ungkap sosok yang akrab disapa Puput.

Fokus pada Keamanan dan Kekuatan Otot

Puput menegaskan bahwa konsep chair fitness memang berfokus pada keamanan saat berlatih.

“Chair fitness ini memang didesain itu untuk latihan yang aman untuk lansia yang memfokuskan pada otot dengan keamanan yang jelas. Karena kan kita menggunakan kursi, jadi resiko jatuh itu minim sekali,” kata Puput di sela-sela acara.

Perjalanan Karier dan Misi Sosial

Puput memulai kariernya sebagai instruktur sejak 2002 dan mulai fokus pada program lansia sejak 2005. Ia juga mengembangkan berbagai kelas seperti yoga, pilates, fitness, dan aerobik.

Ia rutin menggelar latihan di ruang terbuka agar lebih banyak lansia bisa ikut, termasuk mereka yang tidak memiliki akses ke pusat kebugaran. Ibarat membuka jalur baru, Puput memberi ruang bagi lansia untuk tetap bergerak aktif.

Puput kembali mengingatkan pentingnya “Investasi Otot” di Usia Lanjut dengan menjaga kekuatan otot.

“Yang harus diperhatikan terutama untuk otot, investasi otot itu penting di usia yang sudah banyak. Karena biasanya di usia yang tua, anak tuh langsung jangan capek-capek. Padahal harusnya orang tua itu kita kasih aktivitas biar fungsi ototnya tetap beraktifitas,” jelasnya.

Harapan untuk Lansia yang Mandiri

Puput berharap kegiatan ini mampu melahirkan lansia yang mandiri dan sehat. Ia ingin para lansia terus bergerak dan menikmati hidup. Sebab di usia emas, tubuh boleh melambat, tapi semangat jangan sampai ikut redup.

Panitia menutup acara dengan pembagian doorprize. Mereka mengundi hadiah secara langsung dan membagikan berbagai bingkisan menarik kepada peserta yang beruntung.

Penulis : YUDI PURWANTO

Editor : AZIZAH ESTETIKA

Berita Terkait

Integrasi Kedokteran Seluler Autologus dan Hukum Keagamaan: Perlindungan Genetik, Nasab, dan Silsilah yang Aman Secara Sunnatullah
Kompetensi Dokter Dalam Memanen Stem Cell Autologus dari Stromal Vascular Fraction (SVF) Melalui Minimal Aspirate Liposction dengan Anestesi Lokal
Rekonstruksi Biomolekuar Thaharah: Integrasi Prinsip Aseptik-Antiseptik, Dinamika Bedah, dan Ketahanan Seluler Terhadap Trauma dan Kontaminasi
Meta-Narasi Keharaman Babi: Skalpel Biomolekuler, Kanibalisme Seluler, dan Resolusi Studi Islam Kedokteran
Sinergi Transdisipliner pada Regulasi Imunologi Autoimun: Integrasi Imunologi Molekular, Biofisika Selular, dan Teologi Sains dalam Paradigma Advanced Holistic Medicine
Teori Hukum Otot Kaku (Ujianto’s Rigid Myofibril Law): Sinergi Bio-Fisika Selular, Integrasi Filosofi Transdisipliner, dan Manifestasi Ilmiah Futuristik Precision Medicine
Kidung Selular Makrokosmos–Mikrokosmos: Sinergi Bio-Elektrik, Kuantum Cahaya, dan Hukum Ujianto dalam Syariat Fitrah Autologus
Manunggalnya Khaliq dan Makhluk: Tafsir Sufistik atas Konsep Ujianto dan Arsitektur Milieu Intérieur
Berita ini 147 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:20 WIB

Integrasi Kedokteran Seluler Autologus dan Hukum Keagamaan: Perlindungan Genetik, Nasab, dan Silsilah yang Aman Secara Sunnatullah

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:28 WIB

Kompetensi Dokter Dalam Memanen Stem Cell Autologus dari Stromal Vascular Fraction (SVF) Melalui Minimal Aspirate Liposction dengan Anestesi Lokal

Senin, 27 Juli 2026 - 08:23 WIB

Rekonstruksi Biomolekuar Thaharah: Integrasi Prinsip Aseptik-Antiseptik, Dinamika Bedah, dan Ketahanan Seluler Terhadap Trauma dan Kontaminasi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:00 WIB

Meta-Narasi Keharaman Babi: Skalpel Biomolekuler, Kanibalisme Seluler, dan Resolusi Studi Islam Kedokteran

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:42 WIB

Sinergi Transdisipliner pada Regulasi Imunologi Autoimun: Integrasi Imunologi Molekular, Biofisika Selular, dan Teologi Sains dalam Paradigma Advanced Holistic Medicine

Berita Terbaru