Tim Dokter Klinik Fairy Edukasi Pentingnya Mengenal Jenis Gigi Sejak Dini

Senin, 18 Mei 2026 - 20:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat menikmati bakso panas, menggigit apel segar, atau tertawa lepas bersama teman, ada “tim kecil” di dalam mulut yang bekerja tanpa henti: gigi. Banyak orang mengira gigi hanya berfungsi untuk mempercantik senyum. Padahal, perannya jauh lebih penting dari itu.

Gigi menjadi gerbang pertama dalam sistem pencernaan. Mereka membantu memotong, merobek, hingga menghaluskan makanan sebelum masuk ke lambung. Menariknya lagi, setiap jenis gigi memiliki bentuk dan tugas yang berbeda. Ibarat sebuah tim sepak bola, masing-masing punya posisi dan peran sendiri agar permainan berjalan sempurna.

Dokter gigi di Klinik Fairy, Jalan Pahlawan Revolusi, Jakarta Timur, menjelaskan bahwa memahami jenis dan fungsi gigi penting untuk membantu masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan mulut sejak dini.

Gigi Susu: Kecil-Kecil, Tapi Perannya Besar

Gigi susu merupakan gigi pertama yang tumbuh pada manusia. Biasanya mulai muncul saat bayi berusia sekitar enam bulan hingga dua tahun. Totalnya ada 20 gigi, terdiri dari 10 gigi di rahang atas dan 10 di rahang bawah.

Meski sifatnya sementara dan nantinya akan digantikan gigi permanen, gigi susu tidak boleh dianggap remeh. Gigi ini membantu anak belajar berbicara dengan jelas, mengunyah makanan, sekaligus menjaga ruang agar gigi dewasa bisa tumbuh rapi pada tempatnya.

Banyak orang tua menganggap gigi susu tidak perlu dirawat karena nantinya akan tanggal sendiri. Padahal, kerusakan pada gigi susu bisa memengaruhi pertumbuhan gigi permanen di kemudian hari.

Gigi Seri: Si Pemotong Makanan

Kalau kamu bercermin sambil tersenyum, gigi yang paling terlihat di bagian depan itulah gigi seri atau incisivus. Jumlahnya ada delapan, masing-masing empat di rahang atas dan bawah.

Bentuknya pipih dan tajam seperti pisau kecil. Sesuai bentuknya, tugas utama gigi seri adalah memotong makanan menjadi bagian lebih kecil. Saat menggigit roti, buah, atau ayam goreng, gigi inilah yang pertama kali bekerja.

Selain berfungsi untuk makan, gigi seri juga berpengaruh besar terhadap penampilan dan cara seseorang berbicara.

Gigi Taring: “Pencabik” yang Paling Kuat

Di samping gigi seri terdapat gigi taring atau caninus. Bentuknya lebih runcing dan terlihat lebih tajam dibanding gigi lainnya. Jumlahnya empat buah.

Gigi taring memiliki akar yang panjang dan kuat. Fungsinya adalah merobek makanan yang teksturnya lebih keras atau berserat, seperti daging.

Dalam dunia kedokteran gigi, gigi taring juga dikenal penting untuk menjaga struktur wajah dan membantu mempertahankan bentuk senyum agar tetap proporsional.

Gigi Premolar: Penghancur Tahap Pertama

Setelah gigi taring, terdapat gigi premolar atau geraham kecil. Gigi ini hanya dimiliki oleh gigi dewasa dan tidak ada pada susunan gigi susu.

Jumlah premolar ada delapan buah. Bentuknya lebih lebar dengan permukaan bergelombang kecil. Tugasnya adalah menghancurkan dan menghaluskan makanan sebelum diteruskan ke gigi geraham besar.

Kalau diibaratkan dapur, premolar adalah “chef persiapan” yang membantu makanan siap masuk tahap penggilingan akhir.

Gigi Geraham: Mesin Penggiling Utama

Gigi geraham atau molar berada di bagian paling belakang mulut. Bentuknya paling besar dengan permukaan lebar dan bergelombang.

Jumlahnya ada delapan pada gigi dewasa. Fungsi utamanya adalah menggiling makanan hingga benar-benar halus agar mudah ditelan dan dicerna lambung.

Karena bekerja paling keras setiap hari, gigi geraham juga menjadi bagian yang paling sering mengalami kerusakan apabila kebersihannya tidak dijaga dengan baik.

Gigi Bungsu: Si “Anak Terakhir” yang Sering Bikin Drama

Gigi bungsu adalah molar ketiga yang tumbuh paling akhir, biasanya pada usia 17 hingga 25 tahun. Letaknya berada di ujung paling belakang rahang.

Dulu, gigi ini membantu nenek moyang manusia mengunyah makanan yang kasar dan keras. Namun sekarang, ukuran rahang manusia cenderung lebih kecil sehingga sering kali tidak tersedia ruang cukup untuk pertumbuhan gigi bungsu.

Akibatnya, gigi bungsu bisa tumbuh miring, tertanam di dalam gusi, atau menekan gigi lainnya. Kondisi ini sering memicu nyeri, bengkak, bahkan infeksi.

Meski begitu, jika tumbuh normal, gigi bungsu tetap dapat membantu proses mengunyah seperti geraham lainnya.

Semua Gigi Punya Peran Penting

Setiap jenis gigi bekerja layaknya tim yang saling melengkapi. Ada yang bertugas memotong, merobek, hingga menggiling makanan sampai halus. Karena itu, menjaga kesehatan gigi bukan hanya soal estetika, tetapi juga investasi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Dokter gigi di Klinik Fairy mengingatkan pentingnya menyikat gigi dua kali sehari, membatasi konsumsi makanan manis, serta rutin memeriksakan kesehatan gigi minimal enam bulan sekali.

Sebab, gigi yang sehat bukan cuma membuat senyum lebih percaya diri, tetapi juga membantu kualitas hidup tetap nyaman setiap hari.

Berita Terkait

Memahami Telomer dan Terapi Autologus: Jalan Teologi dalam Ikhtiar Panjang Umur
Manuskrip Molekular: Zikir Atom dan Rahasia Kesembuhan dalam Arsitektur Ilahi
Dari Fasdhu hingga Rekayasa Seluler: Evolusi Terapi Darah dalam Konsep AHT-CURE
Autologous Stem Cell Dinilai Paling Realistis di Tengah Persaingan Terapi Sel
Mengawal Program MBG Menuju Maturasi: Integrasi Imunologi Bangsa, Kemandirian Ekonomi Desa, dan Menuju Kedaulatan Teknologi Sel Autologus
Revolusi Terapi Sel di Indonesia: Membongkar Mekanisme Sel, Ilusi Industri, dan Visi Kedokteran Presisi
Demam Bukan Musuh: Simak Penjelasan Medis Dari Gejala Hingga Solusinya!
Muslimah Victoria Park Gelar Halalbihalal, Rajut Ukhuwah Lewat Tukar Kado dan Silaturahmi
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 20:01 WIB

Tim Dokter Klinik Fairy Edukasi Pentingnya Mengenal Jenis Gigi Sejak Dini

Selasa, 5 Mei 2026 - 08:44 WIB

Memahami Telomer dan Terapi Autologus: Jalan Teologi dalam Ikhtiar Panjang Umur

Minggu, 3 Mei 2026 - 05:52 WIB

Manuskrip Molekular: Zikir Atom dan Rahasia Kesembuhan dalam Arsitektur Ilahi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:26 WIB

Dari Fasdhu hingga Rekayasa Seluler: Evolusi Terapi Darah dalam Konsep AHT-CURE

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:28 WIB

Autologous Stem Cell Dinilai Paling Realistis di Tengah Persaingan Terapi Sel

Berita Terbaru